Tuhan menyuruh mengurangi pasukan
Hakim-hakim 7:2
Gideon dan Tiga Ratus Orang Pilihan
“TUHAN berfirman kepada Gideon, “Rakyat yang menyertaimu terlalu banyak bagi-Ku untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka. Jangan sampai orang Israel menyombongkan diri terhadap Aku sambil berkata, ‘Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku.’”Hakim-hakim 7:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama- sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah- megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku.”Hakim-hakim 7:2 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN berkata kepada Gideon, "Anak buahmu terlalu banyak. Aku tak mau memberikan kemenangan kepada mereka atas orang Midian, sebab nanti mereka pikir mereka menang karena kekuatan sendiri, sehingga mereka tidak memuji Aku.”Hakim-hakim 7:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“TUHAN berkata kepada Gideon, “Prajuritmu terlalu banyak. Jika Aku membuat kalian menang atas pasukan Midian, orang Israel akan menyombongkan diri dengan mengaku, ‘Kita menang karena kekuatan kita sendiri.’”Hakim-hakim 7:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the LORD said unto Gideon, The people that are with thee are too many for me to give the Midianites into their hands, lest Israel vaunt themselves against me, saying, Mine own hand hath saved me.”Hakim-hakim 7:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 7:2?
Tuhan memberi tahu Gideon bahwa pasukannya terlalu banyak untuk menyerahkan Midian ke tangan mereka, karena jika terlalu banyak, orang Israel bisa menyombongkan diri dan berkata bahwa tangan mereka sendiri yang menyelamatkan mereka. Ini menekankan pentingnya ketergantungan pada Tuhan, bukan pada kekuatan sendiri.
Latar belakang
Pasukan terlalu banyak
TUHAN berfirman kepada Gideon bahwa rakyat yang menyertainya terlalu banyak untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka. Dia khawatir orang Israel akan menyombongkan diri dan menganggap tangan mereka sendiri yang menyelamatkan mereka.
Di mana
Mata Air Harod
Di perkemahan, siang atau malam hari
Kapan
~1150 SM
Periode Hakim-hakim
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, yang berdaulat menentukan jalannya sejarah
Kepada
Gideon
Hakim yang dipanggil Tuhan, awalnya ragu-ragu
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רַב
rav · terlalu banyak
Banyak, besar jumlahnya
לָתֵת
latet · menyerahkan
Memberikan, menyerahkan
פָּאַר
pa'ar · menyombongkan diri
Bermegah, memuliakan diri sendiri
Kata-kata ini menekankan bahwa kemenangan adalah pemberian Tuhan, bukan hasil kekuatan manusia. 'Rav' (banyak) justru menjadi masalah karena bisa memicu 'pa'ar' (kesombongan), sehingga Tuhan harus menguranginya.
Tahukah kamu
Bahaya kesombongan
Dalam bahasa Ibrani, kata 'menyombongkan diri' (pa'ar) dapat berarti 'bermegah' atau 'mengagungkan diri', yang sering dikaitkan dengan sikap tidak bergantung pada Tuhan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 7:2
Ulangan 8:17
mencegah kesombongan
“Maka janganlah engkau berkata dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.”
1 Korintus 1:29
Allah menolak kemegahan
“Supaya tidak ada seorang pun yang bermegah di hadapan Allah.”
Zakharia 4:6
kemenangan dari Tuhan
“Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 7:2
✕ Sering dikira
Tuhan tidak suka jumlah pasukan yang besar
✓ Yang sebenarnya
Tuhan menolak sikap sombong yang mungkin muncul akibat jumlah besar, bukan jumlahnya sendiri.
✕ Sering dikira
Gideon tidak perlu melakukan apa pun
✓ Yang sebenarnya
Tuhan meminta Gideon untuk mengumumkan pengurangan, menunjukkan kerja sama antara Tuhan dan manusia.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 7:2
Terkadang Tuhan mengizinkan kita kekurangan agar kita belajar bersandar pada-Nya. Saat kita merasa mampu sendiri, kita rentan menjadi sombong dan melupakan Tuhan.
Tuhan, jauhkan aku dari sikap sombong yang menganggap keberhasilan adalah hasil usahaku sendiri. Ajar aku untuk selalu mengakui peran-Mu dalam setiap kemenangan. Amin.