Hakim-hakim 7:2
“TUHAN berfirman kepada Gideon, “Rakyat yang menyertaimu terlalu banyak bagi-Ku untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka. Jangan sampai orang Israel menyombongkan diri terhadap Aku sambil berkata, ‘Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku.’”Hakim-hakim 7:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama- sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah- megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku.”Hakim-hakim 7:2 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN berkata kepada Gideon, "Anak buahmu terlalu banyak. Aku tak mau memberikan kemenangan kepada mereka atas orang Midian, sebab nanti mereka pikir mereka menang karena kekuatan sendiri, sehingga mereka tidak memuji Aku.”Hakim-hakim 7:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“TUHAN berkata kepada Gideon, “Prajuritmu terlalu banyak. Jika Aku membuat kalian menang atas pasukan Midian, orang Israel akan menyombongkan diri dengan mengaku, ‘Kita menang karena kekuatan kita sendiri.’”Hakim-hakim 7:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the LORD said unto Gideon, The people that are with thee are too many for me to give the Midianites into their hands, lest Israel vaunt themselves against me, saying, Mine own hand hath saved me.”Hakim-hakim 7:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 7:2?
Tuhan memberi tahu Gideon bahwa pasukannya terlalu banyak untuk menyerahkan Midian ke tangan mereka, karena jika terlalu banyak, orang Israel bisa menyombongkan diri dan berkata bahwa tangan mereka sendiri yang menyelamatkan mereka. Ini menekankan pentingnya ketergantungan pada Tuhan, bukan pada kekuatan sendiri.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 7:2
Terkadang Tuhan mengizinkan kita kekurangan agar kita belajar bersandar pada-Nya. Saat kita merasa mampu sendiri, kita rentan menjadi sombong dan melupakan Tuhan.
Tuhan, jauhkan aku dari sikap sombong yang menganggap keberhasilan adalah hasil usahaku sendiri. Ajar aku untuk selalu mengakui peran-Mu dalam setiap kemenangan. Amin.