Supaya setiap manusia tidak dapat bermegah di hadapan Allah

1 Korintus 1:29

Tujuan terakhir—menghilangkan semua kebanggaan

supaya setiap manusia tidak dapat bermegah di hadapan Allah.

1 Korintus 1:29 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Korintus 1:29?

Tujuan Allah memilih yang lemah dan hina adalah supaya tidak ada seorang pun yang bisa membanggakan diri di hadapan-Nya. Ini menegaskan bahwa keselamatan dan segala sesuatu berasal dari Allah, bukan dari usaha atau kelebihan kita, sehingga kita hanya bisa bersyukur, bukan bermegah.

Latar belakang

Inti dari masalah—kebanggaan manusia di hadapan Allah

'Supaya setiap manusia tidak dapat bermegah di hadapan Allah.' Ini adalah tujuan akhir dari semua yang Paulus jelaskan. Tujuan Tuhan dalam memilih yang lemah adalah untuk menghilangkan kemungkinan bagi siapa pun untuk 'bermegah' di hadapan Allah. Kebanggaan adalah dosa paling fundamental—idea bahwa Anda dapat berdiri di hadapan Allah dan mengatakan, 'Lihat apa yang aku capai.' Tuhan memilih dengan cara-Nya untuk membuat ini mustahil. Jika Anda lemah, bodoh, tidak penting, dan masih diselamatkan, maka keselamatan bukan karena pencapaian Anda. Itu harus karena anugerah Tuhan.

Di mana

Korintus

Jemaat di mana bangga dalam kemampuan berbicara dan status adalah masalah utama

Kapan

~53 M

Paulus menyatakan tujuan akumulatif dari semua yang telah dia katakan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Paulus menunjukkan cara Tuhan memilih dan mengapa
Paulus menunjukkan solusi positif—apa yang Tuhan berikan sebagai pengganti kebanggaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Paulus

Rasul yang menunjukkan tujuan Tuhan yang sebenarnya

O

Kepada

Orang-orang yang mencoba membanggakan diri

Mereka yang perlu meninggalkan kebanggaan dan bergantung pada Tuhan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

καυχάομαι

kauchaomai · boast

membanggakan diri, merasa bangga; dosa paling fundamental dalam teologi Paulus

ἐνώπιον

enōpion · before

di hadapan, di depan; di mana mata Tuhan melihat

πᾶς

pas · every

setiap, semua; tanpa kecuali; tidak ada yang dapat escape

Tujuan final dari cara Tuhan memilih adalah menghilangkan semua kebanggaan manusia di hadapan Allah. Tanpa kebanggaan, Anda harus bergantung pada Tuhan.

Tahukah kamu

Kebanggaan dalam budaya Yunani-Romawi

Dalam budaya Yunani-Romawi, kebanggaan dianggap sebagai kebajikan. Orang-orang mulia bangga dengan pencapaian mereka. Paulus mengatakan kepada Korintus: Tuhan tidak menginginkan kebanggaan Anda. Tuhan menginginkan kerendahan hati, ketergantungan, dan pengakuan. Ini adalah pesan yang sangat counterculture.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Korintus 1:29

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Korintus 1:29

✕  Sering dikira

"Paulus membenci kebanggaan dalam pencapaian, jadi jangan bekerja keras"

✓  Yang sebenarnya

Paulus membenci kebanggaan dalam pencapaian sebagai sumber identitas atau nilai. Dia mendukung kerja keras yang termotivasi oleh pelayanan kepada Tuhan.

✕  Sering dikira

"Tidak ada siapa pun yang dapat membanggakan diri berarti tidak ada perbedaan antara yang setia dan yang tidak setia"

✓  Yang sebenarnya

Tidak ada kebanggaan di hadapan ALLAH; tetapi dalam komunitas manusia, ada perbedaan dalam kesetiaan dan hasil dari hidup yang berkomitmen pada Tuhan.

Renungan

Renungan Singkat 1 Korintus 1:29

Kita cenderung bangga dengan pencapaian atau kebaikan kita, tetapi ayat ini mengingatkan bahwa semua adalah anugerah. Belajarlah untuk memuji Allah atas apa pun yang kita miliki, tanpa merasa lebih baik dari orang lain.

Bapa, ampuni kesombonganku dan ajariku untuk selalu rendah hati, karena semua yang aku miliki adalah dari-Mu. Amin.