Gideon berkemah di mata air Harod
Hakim-hakim 7:1
Gideon dan Tiga Ratus Orang Pilihan
“Yerubaal, yang adalah Gideon, dan seluruh rakyat yang menyertai dia bangun pagi-pagi, lalu berkemah di dekat mata air Harod. Pertendaan orang Midian berada di sebelah utara mereka, di dekat Bukit More, di lembah.”Hakim-hakim 7:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Adapun Yerubaal--itulah Gideon- -bangun pagi-pagi dengan segala Hakim-hakim 7.2–4 36 rakyat yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka berkemah dekat mata air Harod; perkemahan orang Midian itu ada di sebelah utaranya, dekat bukit More, di lembah.”Hakim-hakim 7:1 · TB
Terjemahan Baru
“Suatu hari Gideon dengan semua anak buahnya bangun pagi-pagi sekali. Mereka pergi dan berkemah di dekat sumber air Harod. Perkemahan orang Midian berada di sebelah utara dari mereka, di lembah dekat Bukit More.”Hakim-hakim 7:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Suatu hari, Gideon (yang dijuluki Yerubaal) beserta pasukannya bangun pagi-pagi lalu berkemah di dekat mata air Harod. Perkemahan orang Midian ada di sebelah utara mereka, di lembah dekat bukit More.”Hakim-hakim 7:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then Jerubbaal, who is Gideon, and all the people that were with him, rose up early, and pitched beside the well of Harod: so that the host of the Midianites were on the north side of them, by the hill of Moreh, in the valley.”Hakim-hakim 7:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 7:1?
Ayat ini menceritakan Gideon yang bangun pagi-pagi dan berkemah di dekat mata air Harod, sementara pasukan Midian berkemah di sebelah utara mereka. Ini menunjukkan kesiapan Gideon dan rakyatnya untuk berperang, namun juga mengawali kisah bagaimana Tuhan akan menyaring pasukan yang terlalu banyak.
Latar belakang
Persiapan menghadapi musuh
Gideon, bersama seluruh rakyat yang menyertainya, bangun pagi-pagi dan berkemah di dekat mata air Harod. Perkemahan orang Midian berada di sebelah utara mereka, dekat Bukit More, di lembah, siap untuk berperang.
Di mana
Mata Air Harod
Pagi hari di dekat mata air, lembah Yizreel
Kapan
~1150 SM
Periode Hakim-hakim
Yang berbicara
Narator
Penulis kitab Hakim-hakim, mengisahkan sejarah umat Israel
Kepada
Pembaca
Orang-orang yang ingin memahami karya Tuhan melalui Gideon
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יַחֲנוּ
yachanu · berkemah
Mereka berkemah atau mendirikan tenda
עַיִן
ayin · mata air
Mata air, juga berarti mata
בָּעֵמֶק
ba'emek · di lembah
Di lembah, atau di dataran rendah
Ketiga kata ini menunjukkan posisi Gideon di dekat sumber air, yang akan menjadi tempat penyaringan oleh Tuhan, menggambarkan bahwa keselamatan tidak bergantung pada kekuatan militer, tetapi pada pilihan Tuhan.
Tahukah kamu
Lokasi yang strategis
Mata air Harod diperkirakan berada di kaki Gunung Gilboa, tempat yang sama di mana Saul dan Yonatan kemudian berkemah saat melawan Filistin (1 Samuel 29:1).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 7:1
1 Samuel 29:1
lokasi yang sama
“Orang Filistin berkumpul di Afek, sedangkan orang Israel berkemah di dekat mata air yang di Yizreel.”
Hakim-hakim 6:33
musuh berkumpul
“Orang Midian, Amalek, dan semua orang dari sebelah timur berkumpul bersama-sama; mereka menyeberang dan berkemah di lembah Yizreel.”
Mazmur 110:2
kekuatan dari Tuhan
“Tuhan akan mengirimkan tongkat kekuatan-Nya dari Sion; memerintahlah di tengah-tengah musuhmu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 7:1
✕ Sering dikira
Gideon memilih tempat berkemah secara kebetulan
✓ Yang sebenarnya
Tuhan membawa Gideon ke tempat ini untuk menguji dan menyaring pasukannya.
✕ Sering dikira
Jumlah pasukan Gideon besar sehingga dia percaya diri
✓ Yang sebenarnya
Tuhan akan menyuruhnya mengurangi pasukan, menunjukkan bahwa kemenangan berasal dari Tuhan, bukan dari banyaknya orang.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 7:1
Kita seringkali mengandalkan kekuatan dan jumlah besar, tapi Tuhan justru ingin kita bergantung sepenuhnya pada-Nya. Mari mulai setiap hari dengan kesiapan hati untuk taat, bukan dengan kekuatan sendiri.
Tuhan, ajar kami untuk bangun pagi dengan semangat ketaatan, dan sadar bahwa kemenangan berasal dari Engkau, bukan dari jumlah kami. Amin.