Robohkan Mazbah Baal
Hakim-hakim 6:25
Gideon Dipanggil dan Merobohkan Mazbah Baal
“Pada malam itu, TUHAN berkata kepadanya, “Ambillah seekor sapi jantan kepunyaan ayahmu, yaitu sapi jantan kedua yang berumur 7 tahun. Lalu, robohkanlah mazbah Baal kepunyaan ayahmu dan robohkanlah tiang berhala yang ada di atasnya.”Hakim-hakim 6:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada malam itu juga TUHAN berfirman kepadanya: "Ambillah seekor lembu jantan kepunyaan ayahmu, yakni lembu jantan yang kedua, berumur tujuh tahun, runtuhkanlah mezbah Baal kepunyaan ayahmu dan tebanglah tiang berhala yang di dekatnya.”Hakim-hakim 6:25 · TB
Terjemahan Baru
“Pada malam itu TUHAN memberi perintah ini kepada Gideon, "Ambillah sapi jantan ayahmu, yaitu sapi yang terbaik yang berumur tujuh tahun. Bongkarlah mezbah yang didirikan ayahmu untuk Baal, lalu robohkanlah tiang perlambang Dewi Asyera yang di sebelah mezbah itu.”Hakim-hakim 6:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Malam itu juga, TUHAN berkata lagi kepada Gideon, “Ambillah seekor sapi jantan dari ternak ayahmu, yaitu sapi jantannya yang kedua, yang berumur tujuh tahun. Robohkanlah mezbah dewa Baal milik ayahmu dan tebanglah tiang berhala dewi Asyera di sebelahnya.”Hakim-hakim 6:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And it came to pass the same night, that the LORD said unto him, Take thy father’s young bullock, even the second bullock of seven years old, and throw down the altar of Baal that thy father hath, and cut down the grove that is by it:”Hakim-hakim 6:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 6:25?
Gideon diperintahkan untuk menghancurkan mezbah Baal milik ayahnya dan menebang tiang berhala di atasnya, sebagai bukti kesetiaan kepada Tuhan. Ini adalah langkah radikal untuk meninggalkan penyembahan berhala yang telah mendarah daging dalam keluarganya.
Latar belakang
Perintah untuk Merobohkan
Malam itu, TUHAN memberi Gideon perintah: ambil sapi jantan milik ayahnya dan robohkan mazbah Baal serta tiang berhala di atasnya. Tujuannya untuk menunjukkan bahwa Baal tidak berkuasa, dan mempersiapkan Gideon untuk tugas yang lebih besar.
Di mana
Ofra
Tanah milik keluarga Gideon di Ofra, pada malam hari
Kapan
~1150 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, yang baru saja menampakkan diri sebagai Malaikat TUHAN
Kepada
Gideon
seorang muda dari suku Manasye, yang dipanggil menjadi pahlawan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
לָקַח
laqach · ambillah
mengambil atau menerima
הָרַס
haras · robohkanlah
meruntuhkan atau menghancurkan
מִזְבֵּחַ
mizbeach · mazbah
mezbah atau tempat persembahan
Kata-kata ini menekankan tindakan fisik dan tegas yang diperintahkan TUHAN: mengambil, merobohkan, dan mendirikan ulang. Ini bukan sekadar simbolis, tetapi nyata dan berani.
Tahukah kamu
Sapi Jantan Kedua
Sapi jantan kedua yang berumur tujuh tahun disebut secara khusus, mungkin karena bernilai tinggi dan pengorbanan yang mahal.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 6:25
Ulangan 7:5
Perintah serupa
“Tetapi beginilah kamu lakukan terhadap mereka: robohkanlah mezbah-mezbah mereka, hancurkanlah tugu-tugu berhala mereka, dan tebanglah tiang-tiang berhala mereka.”
1 Raja-raja 18:30
Memperbaiki mazbah
“Lalu Elia berkata kepada seluruh rakyat itu: "Datanglah dekat kepadaku!" Kemudian mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya, lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan.”
Keluaran 34:13
Menghancurkan berhala
“Tetapi kamu harus merobohkan mezbah-mezbah mereka, menghancurkan tugu-tugu berhala mereka, dan memotong tiang-tiang Asyera mereka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 6:25
✕ Sering dikira
Menganggap perintah ini hanya untuk zaman dulu dan tidak relevan sekarang.
✓ Yang sebenarnya
Prinsip menolak penyembahan berhala tetap relevan, meskipun bentuknya berbeda.
✕ Sering dikira
Mengira sapi jantan kedua adalah hewan yang berbeda dari yang pertama.
✓ Yang sebenarnya
Kemungkinan yang dimaksud adalah sapi jantan kedua yang dipilih dari kawanan, bukan dua sapi berbeda.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 6:25
Terkadang Tuhan meminta kita untuk menghancurkan 'mezbah' yang kita banggakan, seperti kebiasaan lama atau hubungan yang menjauhkan kita dari-Nya. Beranikah kita meninggalkan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan meski itu sulit?
Tuhan, berikan aku keberanian untuk menghancurkan segala berhala dalam hidupku dan mengikuti perintah-Mu sepenuhnya. Amin.