Dirikan Mazbah Baru
Hakim-hakim 6:26
Gideon Dipanggil dan Merobohkan Mazbah Baal
“Kemudian, dirikanlah mazbah bagi TUHAN, Allahmu, di atas kubu pertahanan itu dengan disusun baik. Lalu, ambillah sapi jantan yang kedua dan persembahkanlah korban bakaran dengan kayu dari patung Asyera yang kamu tebang tadi.””Hakim-hakim 6:26 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian dirikanlah mezbah bagi TUHAN, Allahmu, di atas kubu pertahanan ini dengan disusun baik, lalu ambillah lembu jantan yang kedua dan persembahkanlah korban bakaran dengan kayu tiang berhala yang akan kautebang itu."”Hakim-hakim 6:26 · TB
Terjemahan Baru
“Dirikanlah di atas tumpukan itu sebuah mezbah yang telah dirancang dengan baik. Kemudian sapi jantan itu seluruhnya, harus kaubakar utuh sebagai kurban untuk TUHAN. Pakailah tiang perlambang Dewi Asyera yang telah kaurobohkan itu sebagai kayu bakarnya."”Hakim-hakim 6:26 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu dirikanlah sebuah mezbah bagi-Ku di atas bukit yang sama itu. Susunlah batu-batunya sesuai pola yang dipakai untuk semua mezbah-Ku. Ambillah sapi jantan itu dan persembahkanlah sebagai kurban yang dibakar habis, dengan menggunakan kayu dari tiang dewi Asyera yang akan kamu tebang.””Hakim-hakim 6:26 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And build an altar unto the LORD thy God upon the top of this rock, in the ordered place, and take the second bullock, and offer a burnt sacrifice with the wood of the grove which thou shalt cut down.”Hakim-hakim 6:26 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 6:26?
Gideon harus membangun mezbah bagi Tuhan di tempat yang sama, dan mempersembahkan korban bakaran dengan kayu dari patung Asyera yang dirobohkannya. Ini menunjukkan penggantian penyembahan palsu dengan penyembahan yang benar kepada Allah.
Latar belakang
Membangun Kembali
TUHAN memerintahkan Gideon untuk mendirikan mazbah bagi TUHAN di tempat yang sama, dengan susunan yang baik. Ia harus mengambil sapi jantan kedua dan mempersembahkannya sebagai korban bakaran, menggunakan kayu dari patung Asyera yang ditebang.
Di mana
Ofra
Di tempat yang sama, di atas kubu pertahanan, pada malam hari
Kapan
~1150 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, yang terus memberi petunjuk kepada Gideon
Kepada
Gideon
seorang muda yang ragu namun taat kepada perintah TUHAN
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּנָה
banah · dirikanlah
membangun atau mendirikan
עָרַךְ
arak · susun
menyusun atau mengatur
עָלָה
alah · persembahkanlah
naik, digunakan untuk korban bakaran
Tiga kata ini menunjukkan tindakan membangun iman: mendirikan, mengatur, dan mempersembahkan. Ada urutan yang benar: pertama dekonstruksi (merobohkan), lalu rekonstruksi (mendirikan), yang menuntut ketaatan.
Tahukah kamu
Kayu dari Patung Asyera
Patung Asyera adalah simbol dewi kesuburan Kanaan; menggunakan kayunya untuk korban menunjukkan penghinaan terakhir terhadap dewa-dewa itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 6:26
Kejadian 8:20
Mendirikan mazbah
“Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; ia mengambil dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram, lalu mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.”
Keluaran 20:25
Aturan mazbah
“Tetapi jika engkau membuat bagi-Ku mezbah dari batu, janganlah engkau mendirikannya dari batu pahat, sebab apabila engkau menggoresnya dengan pahat, maka najislah mezbah itu.”
Imamat 1:3
Korban bakaran
“Jikalau persembahannya merupakan korban bakaran dari lembu, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercela.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 6:26
✕ Sering dikira
Menganggap bahwa mazbah harus didirikan di atas reruntuhan mazbah Baal secara harfiah.
✓ Yang sebenarnya
Teks mengatakan 'di atas kubu pertahanan itu', mungkin merujuk ke tempat yang kokoh, bukan di atas mazbah Baal.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa TUHAN menyetujui korban bakaran hewan secara umum.
✓ Yang sebenarnya
Ini perintah spesifik untuk menunjukkan kekuasaan-Nya atas Baal, bukan perintah umum.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 6:26
Setelah menghancurkan yang lama, kita perlu membangun yang baru: mengganti kebiasaan buruk dengan kebiasaan baik, dan mempersembahkan hidup kita sebagai korban yang hidup bagi Tuhan.
Ya Tuhan, ajarku untuk mengganti setiap hal yang salah dengan kebenaran-Mu, dan mempersembahkan hidupku sepenuhnya bagi-Mu. Amin.