Ehud menghadap Raja Eglon

Hakim-hakim 3:17

Hakim-hakim: Tipu Daya Ehud

Lalu, dia mempersembahkan upeti itu kepada Eglon, raja Moab. Eglon adalah seorang yang sangat gemuk.

Hakim-hakim 3:17 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 3:17?

Ehud mempersembahkan upeti kepada Eglon, raja Moab, yang digambarkan sebagai orang yang sangat gemuk. Ini adalah pemenuhan tugas sebagai wakil Israel untuk membayar upeti. Situasi ini menegangkan, tetapi Ehud melaksanakannya dengan tenang, menunjukkan bahwa Tuhan memampukan umat-Nya dalam situasi yang sulit sekalipun.

Latar belakang

Menghadap raja

Ehud datang membawa upeti untuk Eglon, raja Moab yang gemuk. Eglon duduk di kamar atas yang sejuk, mungkin merasa aman.

Di mana

Istana Eglon di Moab

Ruang penghadapan istana

Kapan

sekitar 1300 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembuatan pedang
Pembunuhan Eglon
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Kitab Hakim-hakim

Tradisi Yahudi, mungkin Samuel

P

Kepada

Pembaca Israel

Komunitas umat Allah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קָרַב

qarav · mempersembahkan

Mendekat, membawa ke hadapan

מִנְחָה

minchah · upeti

Hadiah, persembahan, atau pajak

בָּרִיא

bari · gemuk

Gemuk, sehat, subur

qarav + minchah + bari → Ehud mendekat dengan hadiah, dan kegemukan raja justru menjadi kelemahannya.

Tahukah kamu

Kamar peranginan

Kamar atas yang sejuk sering digunakan raja untuk bersantai; di sini jadi tempat kematiannya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 3:17

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 3:17

✕  Sering dikira

Eglon gemuk karena rakus dan jahat.

✓  Yang sebenarnya

Gemuk bisa berarti kaya dan kuat; tidak selalu negatif.

✕  Sering dikira

Upeti adalah suap.

✓  Yang sebenarnya

Upeti adalah pajak tahunan yang umum.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 3:17

Ada kalanya kita harus menjalankan tugas yang tidak menyenangkan atau berada di bawah tekanan. Ehud tetap setia pada rencana Tuhan bahkan saat menghadapi raja yang menindas. Kita bisa belajar untuk tetap tenang dan bertindak dengan integritas, percaya bahwa Tuhan menyertai kita.

Ya Tuhan, berikan aku ketenangan dan keberanian saat aku harus menghadapi situasi yang sulit atau orang yang menindas. Ingatkan aku bahwa Engkau bersamaku. Amin.