2 Samuel 8:2
“Dia juga mengalahkan orang Moab dan menyuruh mereka berbaring di tanah untuk mengukur mereka dengan tali pengukur. Diukurnya dua kali tali untuk membunuh dan satu tali penuh untuk membiarkan mereka hidup. Kemudian, orang-orang Moab takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti.”2 Samuel 8:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan ia memukul kalah orang Moab, lalu sambil menyuruh mereka berbaring di tanah ia mengukur tempat mereka dengan tali; diukurnya dua kali panjang tali itu untuk mematikan dan satu tali penuh untuk membiarkan hidup. Maka orang Moab takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti.”2 Samuel 8:2 · TB
Terjemahan Baru
“Daud juga mengalahkan orang Moab. Disuruhnya mereka berbaring di tanah, lalu dibunuhnya dua orang di antara tiap tiga orang. Jadi, orang Moab takluk kepada Daud dan membayar upeti kepadanya.”2 Samuel 8:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Daud juga mengalahkan bangsa Moab. Pada akhir pertempuran, dia menyuruh seluruh pasukan Moab yang masih hidup untuk berbaring secara berjajar di tanah. Kemudian dia menggunakan seutas tali untuk membagi kelompok mereka. Dia membentangkan dua kali panjang tali itu untuk menentukan kelompok yang akan dibunuh, dan membentangkan sekali lagi sepanjang tali itu untuk menentukan kelompok yang dibiarkan hidup. Demikianlah Daud menaklukkan bangsa Moab sehingga mereka membayar pajak kepadanya.”2 Samuel 8:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he smote Moab, and measured them with a line, casting them down to the ground; even with two lines measured he to put to death, and with one full line to keep alive. And so the Moabites became David’s servants, and brought gifts.”2 Samuel 8:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 8:2?
Daud mengalahkan Moab dengan kejam, mengukur mereka dengan tali, membunuh dua pertiga dan membiarkan sepertiga hidup, lalu mereka menjadi takluk dan membayar upeti.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 8:2
Terkadang keputusan sulit harus diambil demi keamanan dan ketertiban. Namun, kita harus bijaksana dan tidak bertindak kejam tanpa alasan. Belajar memimpin dengan adil dan penuh belas kasihan.
Tuhan, berikan aku hikmat dalam setiap keputusan yang kau hadapi, agar aku dapat bertindak adil dan penuh kasih. Amin.