Daud Menaklukkan Moab
2 Samuel 8:2
Kemenangan dan Pemerintahan Daud
PerikopKemenangan-Kemenangan Daud · 2 Samuel 8:1-14 →“Dia juga mengalahkan orang Moab dan menyuruh mereka berbaring di tanah untuk mengukur mereka dengan tali pengukur. Diukurnya dua kali tali untuk membunuh dan satu tali penuh untuk membiarkan mereka hidup. Kemudian, orang-orang Moab takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti.”2 Samuel 8:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan ia memukul kalah orang Moab, lalu sambil menyuruh mereka berbaring di tanah ia mengukur tempat mereka dengan tali; diukurnya dua kali panjang tali itu untuk mematikan dan satu tali penuh untuk membiarkan hidup. Maka orang Moab takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti.”2 Samuel 8:2 · TB
Terjemahan Baru
“Daud juga mengalahkan orang Moab. Disuruhnya mereka berbaring di tanah, lalu dibunuhnya dua orang di antara tiap tiga orang. Jadi, orang Moab takluk kepada Daud dan membayar upeti kepadanya.”2 Samuel 8:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Daud juga mengalahkan bangsa Moab. Pada akhir pertempuran, dia menyuruh seluruh pasukan Moab yang masih hidup untuk berbaring secara berjajar di tanah. Kemudian dia menggunakan seutas tali untuk membagi kelompok mereka. Dia membentangkan dua kali panjang tali itu untuk menentukan kelompok yang akan dibunuh, dan membentangkan sekali lagi sepanjang tali itu untuk menentukan kelompok yang dibiarkan hidup. Demikianlah Daud menaklukkan bangsa Moab sehingga mereka membayar pajak kepadanya.”2 Samuel 8:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he smote Moab, and measured them with a line, casting them down to the ground; even with two lines measured he to put to death, and with one full line to keep alive. And so the Moabites became David’s servants, and brought gifts.”2 Samuel 8:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 8:2?
Daud mengalahkan Moab dengan kejam, mengukur mereka dengan tali, membunuh dua pertiga dan membiarkan sepertiga hidup, lalu mereka menjadi takluk dan membayar upeti.
Latar belakang
Kekejaman yang Mengerikan
Daud mengalahkan orang Moab dan menggunakan tali pengukur untuk memilih siapa yang akan dieksekusi dan siapa yang dibiarkan hidup. Ini adalah praktik yang brutal tetapi dicatat secara gamblang.
Di mana
Dataran Moab
Medan perang di sebelah timur Laut Mati
Kapan
~990 SM
Monarki Bersatu
Yang berbicara
Penulis 2 Samuel
Nabi atau imam yang mencatat sejarah Daud, ~1000 SM
Kepada
Bangsa Israel
Umat pilihan yang membaca sejarah raja mereka
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מָדַד
madad · mengukur
mengukur dengan tali
מוּת
mut · membunuh
membunuh, mati
חָיָה
chayah · membiarkan hidup
hidup, tetap hidup
Kata-kata ini menunjukkan kuasa mutlak raja: ia menentukan siapa yang mati dan hidup. Namun, perlu diingat, dalam konteks perang Timur Dekat kuno, ini adalah praktik umum untuk mencegah pemberontakan.
Tahukah kamu
Tali Pengukur
Tali pengukur biasanya digunakan untuk mengukur tanah, tetapi di sini dipakai untuk keputusan hidup-mati, menunjukkan kepemilikan total atas musuh.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 8:2
Amos 2:1
Nubuat melawan Moab
“Beginilah firman TUHAN: 'Karena tiga perbuatan jahat Moab, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: oleh karena ia membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur.'”
Ulangan 23:3
Larangan bergaul
“Seorang Amon atau Moab tidak boleh masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya sampai generasi kesepuluh.”
2 Samuel 8:12
Daftar musuh
“Dari orang Aram, orang Moab, orang Amon, orang Filistin, orang Amalek, dan jarahan Hadadezer.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Samuel 8:2
✕ Sering dikira
Daud melakukan ini karena kebencian pribadi yang kejam.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah strategi militer umum untuk mencegah pemberontakan, meski tetap sangat keras.
✕ Sering dikira
Tuhan memerintahkan pembunuhan ini secara langsung.
✓ Yang sebenarnya
Alkitab hanya mencatat tindakan Daud, bukan perintah Tuhan untuk kekejaman spesifik ini.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 8:2
Terkadang keputusan sulit harus diambil demi keamanan dan ketertiban. Namun, kita harus bijaksana dan tidak bertindak kejam tanpa alasan. Belajar memimpin dengan adil dan penuh belas kasihan.
Tuhan, berikan aku hikmat dalam setiap keputusan yang kau hadapi, agar aku dapat bertindak adil dan penuh kasih. Amin.