Ehud menyiapkan pedang rahasia

Hakim-hakim 3:16

Hakim-hakim: Ehud, si Kidal

Kemudian, Ehud membuat pedang bermata dua, panjangnya sehasta. Dia menyandang pedang itu di bawah pakaiannya, pada pangkal paha kanannya.

Hakim-hakim 3:16 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 3:16?

Ehud membuat pedang bermata dua sepanjang satu hasta (sekitar 45 cm). Dia menyembunyikannya di bawah pakaiannya, di pangkal paha kanannya. Ini menunjukkan persiapan yang matang dan strategi yang cerdik. Meskipun kidal, dia menyimpan pedang di sisi kanan, yang mungkin tidak biasa, sehingga tidak mencurigakan.

Latar belakang

Persiapan senjata

Ehud, seorang kidal, membuat pedang pendek bermata dua untuk dibawa diam-diam. Karena kidal, ia menyembunyikannya di sisi kanan, strategi yang tak terduga.

Di mana

Wilayah Benyamin

Sebelum misi ke Moab

Kapan

sekitar 1300 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Penindasan Moab
Pembunuhan Eglon
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Kitab Hakim-hakim

Tradisi Yahudi, mungkin Samuel

P

Kepada

Pembaca Israel

Komunitas umat Allah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חֶרֶב

cherev · pedang

Senjata tajam, biasanya pendek dan bermata dua

עָשָׂה

asah · membuat

Bertindak, melakukan, atau memproduksi

אִטֵּר

itter · kidal

Terhambat di tangan kanan,

Pedang + membuat + kidal = Ehud memanfaatkan kekhasannya untuk menyusun rencana cerdas.

Tahukah kamu

Kidal di zaman kuno

Orang kidal sering dianggap canggung, tapi justru kelemahan ini menjadi keunggulan Ehud.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 3:16

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 3:16

✕  Sering dikira

Pedang itu panjang seperti pedang biasa.

✓  Yang sebenarnya

Panjangnya sehasta (±45 cm), mudah disembunyikan.

✕  Sering dikira

Kidal dianggap kutukan.

✓  Yang sebenarnya

Tidak ada indikasi demikian; justru jadi strategi.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 3:16

Persiapan adalah bagian dari kepemimpinan yang bijak. Ehud tidak asal bertindak; dia merencanakan dengan detail. Dalam hidup kita, persiapan yang baik—baik dalam pekerjaan, pelayanan, atau menghadapi tantangan—adalah bentuk menghormati Tuhan dan menunjukkan bahwa kita serius dengan panggilan kita.

Tuhan, ajari aku untuk mempersiapkan setiap langkahku dengan bijak, dan berikan aku keberanian untuk bertindak sesuai rencana-Mu. Amin.