Hakim-hakim 3:15
“Orang Israel berseru kepada TUHAN, maka TUHAN membangkitkan penyelamat bagi mereka, yaitu Ehud, anak Gera, keturunan Benyamin, seorang yang tangannya kidal. Melalui perantaraannya, orang Israel menyerahkan upeti kepada Eglon, raja Moab.”Hakim-hakim 3:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu orang Israel berseru kepada TUHAN, maka TUHAN membangkitkan bagi mereka seorang penyelamat yakni Ehud, anak Gera, orang Benyamin, seorang yang kidal. Dengan perantaraannya orang Israel biasa mengirimkan upeti kepada Eglon, raja Moab. Hakim-hakim 3.16–21 15”Hakim-hakim 3:15 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi ketika umat Israel berseru minta tolong kepada TUHAN, Ia memberikan Ehud untuk membebaskan mereka. Ehud seorang yang kidal; ia anak Gera dari suku Benyamin, dan ialah yang biasanya mengantarkan kepada Raja Eglon upeti yang harus dibayar oleh umat Israel.”Hakim-hakim 3:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi ketika bangsa Israel berseru meminta tolong kepada TUHAN, TUHAN mengangkat seorang penyelamat untuk mereka, yaitu Ehud anak Gera dari suku Benyamin. Ehud adalah seorang yang kidal. Selama ini Ehud bertugas sebagai pengantar pajak dari bangsa Israel kepada Eglon, raja Moab.”Hakim-hakim 3:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But when the children of Israel cried unto the LORD, the LORD raised them up a deliverer, Ehud the son of Gera, a Benjamite, a man lefthanded: and by him the children of Israel sent a present unto Eglon the king of Moab.”Hakim-hakim 3:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 3:15?
Ketika bangsa Israel berseru kepada TUHAN, Dia membangkitkan Ehud, anak Gera dari suku Benyamin, sebagai penyelamat. Ehud adalah seorang yang kidal, yang dalam konteks itu mungkin dianggap sebagai kelemahan, tetapi Tuhan memakainya. Melalui Ehud, mereka mengirim upeti kepada raja Moab, menunjukkan bahwa Tuhan bekerja dalam situasi yang tampak biasa dan penuh tekanan.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 3:15
Tuhan dapat memakai orang yang tampaknya memiliki keterbatasan untuk melakukan hal-hal besar. Kidal Ehud bukan halangan di mata Tuhan; justru menjadi kunci kemenangan. Jangan pernah meremehkan diri sendiri atau orang lain karena keterbatasan fisik atau sosial; Tuhan melihat hati dan kesediaan.
Bapa, terima kasih karena Engkau tidak melihat keterbatasanku sebagai halangan. Pakailah aku apa adanya untuk kemuliaan-Mu, seperti Engkau memakai Ehud. Amin.