Memenggal kepala raksasa
1 Samuel 17:51
Kepala Goliat Dipancung
PerikopDaud Membunuh Goliat · 1 Samuel 17:41-54 →“Daud berlari menghampiri orang Filistin itu, lalu berdiri di dekatnya. Dia mengambil pedangnya, lalu dihunusnya dari sarungnya untuk menghabisinya dengan memancung kepalanya. Ketika orang-orang Filistin melihat bahwa pahlawan mereka mati, mereka pun melarikan diri.”1 Samuel 17:51 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.”1 Samuel 17:51 · TB
Terjemahan Baru
“(17:50)”1 Samuel 17:51 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Daud berlari ke tempat Goliat jatuh, mencabut pedang Goliat dari sarungnya, lalu memenggal kepalanya. Ketika pasukan Filistin melihat bahwa pahlawan mereka sudah mati, maka mereka melarikan diri.”1 Samuel 17:51 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Therefore David ran, and stood upon the Philistine, and took his sword, and drew it out of the sheath thereof, and slew him, and cut off his head therewith. And when the Philistines saw their champion was dead, they fled.”1 Samuel 17:51 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 17:51?
Setelah Goliat jatuh, Daud berlari mendekatinya, mengambil pedang Goliat, dan memenggal kepalanya untuk memastikan kematian sang raksasa. Tindakan ini bukan hanya menunjukkan keberanian Daud, tetapi juga menyelesaikan pertempuran secara tuntas. Ketika melihat pahlawan mereka mati, tentara Filistin ketakutan dan melarikan diri. Ini menandakan kekalahan total musuh Israel.
Latar belakang
Daud memenggal kepala Goliat
Daud berlari, berdiri di dekat Goliat, mengambil pedang Goliat, dan memenggal kepalanya. Ketika orang Filistin melihat pahlawan mereka mati, mereka ketakutan dan lari.
Di mana
Lembah Tarbantin (Elah)
Lembah Elah, di dekat tubuh Goliat yang jatuh
Kapan
~1010 SM
Zaman Hakim-hakim / Kerajaan Awal
Yang berbicara
Narator
Penulis 1 Samuel, seorang nabi/sejarawan Israel
Kepada
Pembaca
Orang-orang yang membaca kisah ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיִּכְרֹת
vayyikhtor · memancung
Memotong atau memancung, biasanya kepala
רֹאשׁ
rosh · kepala
Kepala, bagian tubuh yang penting
נֻסוּ
nusu · melarikan diri
Melarikan diri, kabur karena takut
Memancung kepala (rosh) adalah simbol kemenangan total; tindakan ini menyebabkan musuh melarikan diri (nusu). Ini menunjukkan bahwa kekalahan pemimpin mereka menimbulkan ketakutan besar.
Tahukah kamu
Pedang Goliat menjadi milik Daud
Daud membawa kepala Goliat ke Yerusalem, tetapi menyimpan pedangnya di kemahnya. Pedang itu kemudian digunakan Daud saat ia melarikan diri dari Saul (1 Samuel 21:9).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 17:51
1 Samuel 17:54
Kepala dibawa
“Daud mengambil kepala orang Filistin itu, dan membawanya ke Yerusalem, tetapi senjata-senjatanya ditaruhnya di dalam kemahnya.”
Hakim-hakim 7:22
Musuh melarikan diri
“Ketika tiga ratus orang meniup sangkakala, TUHAN membuat setiap orang di dalam perkemahan musuh saling membunuh dengan pedangnya.”
1 Samuel 17:52
Pengejaran musuh
“Bangkitlah orang-orang Israel dan Yehuda sambil bersorak-sorai dan mengejar orang Filistin sampai tiba di Gat dan sampai di pintu gerbang Ekron.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 17:51
✕ Sering dikira
Mengira Daud memenggal kepala saat Goliat masih hidup.
✓ Yang sebenarnya
Goliat sudah mati karena batu; Daud memenggal untuk memastikan dan sebagai bukti.
✕ Sering dikira
Menganggap semua orang Filistin langsung lari seketika.
✓ Yang sebenarnya
Mereka lari setelah melihat Goliat mati, tetapi ayat ini fokus pada reaksi awal.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 17:51
Kemenangan sejati membutuhkan ketuntasan. Setelah Tuhan memberi kita kemenangan atas suatu dosa atau masalah, kita perlu 'memenggal kepala' artinya menyelesaikan akar masalah, jangan meninggalkan sisa yang bisa bangkit lagi.
Tuhan, berikan aku ketekunan untuk menyelesaikan setiap pertempuran sampai tuntas, dan jangan biarkan aku setengah-setengah dalam mengalahkan dosa atau rintangan. Amin.