Menamai Tempat dan Mempersembahkan Korban

Hakim-hakim 2:5

Siklus Kemurtadan dan Penyelamatan

Mereka menamai tempat itu Bokhim, dan mereka mempersembahkan korban kepada TUHAN di sana.

Hakim-hakim 2:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 2:5?

Israel menamai tempat itu Bokhim, yang berarti 'penangis', karena mereka menangis di sana. Di tempat itulah mereka mempersembahkan korban kepada Tuhan, menunjukkan awal dari respons mereka terhadap teguran.

Latar belakang

Mengabadikan Momen

Bangsa Israel menamai tempat itu Bokhim untuk mengingat peristiwa tangisan mereka. Mereka juga mempersembahkan korban kepada TUHAN di sana, mungkin untuk memohon belas kasihan.

Di mana

Bokhim

Lokasi yang baru dinamai, dekat Gilgal

Kapan

~1350 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Tangisan bangsa
Kematian Yosua
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Hakim-hakim

Tradisi Yahudi, mungkin Samuel

P

Kepada

Pembaca Alkitab

Orang yang ingin memahami sejarah Israel

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קָרָא

qara' · menamai

Memanggil, memberi nama

מָקוֹם

maqom · tempat

Lokasi, tempat berdiri

זָבַח

zavakh · korban

Menyembelih, mempersembahkan korban

Memberi nama dan mempersembahkan korban menunjukkan usaha untuk menguduskan tempat itu sebagai respons terhadap teguran ilahi.

Tahukah kamu

Korban di Tempat Tinggi

Meskipun kemudian korban di bukit dilarang, pada zaman ini mempersembahkan korban di tempat tertentu masih diterima.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 2:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 2:5

✕  Sering dikira

Menganggap korban di Bokhim adalah praktik yang benar secara permanen.

✓  Yang sebenarnya

Tuhan kemudian memilih satu tempat khusus untuk korban, dan Bokhim tidak disebut sebagai tempat itu.

✕  Sering dikira

Mengira menamai tempat itu hanya untuk mengenang tangisan, tanpa makna teologis.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah simbol pertobatan dan pengakuan dosa di hadapan Tuhan.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 2:5

Mengakui kesalahan dan datang kepada Tuhan dengan korban syukur adalah langkah pemulihan. Jangan biarkan penyesalan berhenti di tangisan, tetapi bawalah dalam ibadah dan doa.

Ya Tuhan, jadikan setiap air mataku sebagai persembahan yang memuliakan-Mu, dan pulihkan hubunganku dengan-Mu. Amin.