Murka atas Perjanjian

Hakim-hakim 2:20

Konsekuensi Perjanjian Ditinggalkan

Kemarahan TUHAN bangkit terhadap orang Israel, dan Dia berkata, “Karena bangsa ini melanggar perjanjian yang Kuperintahkan kepada nenek moyang mereka dengan tidak mendengarkan firman-Ku,

Hakim-hakim 2:20 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 2:20?

Allah menyatakan murka-Nya kepada Israel karena mereka melanggar perjanjian dan tidak mendengarkan firman-Nya. Ini adalah konsekuensi dari ketidaktaatan mereka. Tuhan tidak tinggal diam terhadap dosa, tetapi Ia setia pada janji-Nya untuk menghukum pelanggaran.

Latar belakang

Teguran Ilahi

TUHAN murka karena Israel melanggar perjanjian dan tidak mendengarkan firman-Nya. Murka ini bukan ledakan emosi, tetapi respons terhadap ketidaksetiaan.

Di mana

Tanah Kanaan

Wilayah perbukitan Efraim

Kapan

~1050 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pemberontakan Israel
Bangsa-bangsa tersisa
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, setia pada perjanjian

O

Kepada

Orang Israel

Umat yang melanggar perjanjian

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אַף

aph · murka

hidung, kemarahan

עָבַר

avar · melanggar

menyeberang, melewati batas

בְּרִית

berit · perjanjian

perjanjian, ikatan

'Avar' (melanggar) berarti melewati batas perjanjian; murka TUHAN adalah reaksi terhadap kerusakan hubungan, bukan sekadar hukuman.

Tahukah kamu

Murka yang Adil

Murka TUHAN dalam bahasa Ibrani adalah 'charah', yang menggambarkan api yang menyala, tetapi juga rasa sakit karena kasih yang ditolak.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 2:20

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 2:20

✕  Sering dikira

Menganggap TUHAN mudah marah seperti manusia

✓  Yang sebenarnya

Murka-Nya adalah konsekuensi logis dari pelanggaran perjanjian

✕  Sering dikira

Membaca 'melanggar' sebagai sekadar tidak patuh

✓  Yang sebenarnya

Melanggar adalah memutuskan ikatan perjanjian yang kudus

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 2:20

Perjanjian dengan Tuhan adalah hubungan yang serius; kita tidak boleh menganggap remeh firman-Nya. Evaluasilah hidup kita: adakah area di mana kita melanggar komitmen kepada Tuhan? Mari kembali kepada ketaatan, karena murka Allah adalah bukti kekudusan-Nya.

Ya Tuhan, ampunilah saya karena sering melanggar perjanjian dengan-Mu; ubah hati saya untuk taat pada firman-Mu, Amin.