Bangsa-bangsa yang Tinggal

Hakim-hakim 2:21

Ujian Iman di Negeri Perjanjian

maka Aku pun tidak akan mengusir lagi seorang pun dari hadapan mereka bangsa-bangsa yang ditinggalkan Yosua pada saat dia mati.

Hakim-hakim 2:21 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 2:21?

Allah memutuskan untuk tidak lagi mengusir bangsa-bangsa yang tersisa dari hadapan Israel. Ini adalah akibat dari ketidaktaatan Israel; mereka harus hidup dengan bangsa-bangsa itu sebagai ujian dan konsekuensi. Tuhan menepati firman-Nya baik dalam berkat maupun hukuman.

Latar belakang

Pengujian Iman

TUHAN memutuskan untuk tidak lagi mengusir bangsa-bangsa yang tersisa. Rupanya, kehadiran mereka menjadi alat uji kesetiaan Israel.

Di mana

Tanah Kanaan

Sisi timur Yordan, wilayah Moab

Kapan

~1050 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Murka TUHAN
Bangsa-bangsa tinggal
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah yang menguji dan setia

O

Kepada

Orang Israel

Generasi yang perlu diuji

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נוּשׁ

nush · mengusir

mengusir, menghalau

עָזַב

azav · ditinggalkan

meninggalkan, membiarkan

מוּת

mut · mati

mati

'Azav' menggambarkan Yosua yang 'meninggalkan' bangsa-bangsa itu; kini TUHAN membiarkan mereka sebagai ujian, menunjukkan bahwa kesetiaan Israel tidak dijamin.

Tahukah kamu

Alat Uji

Kata 'menguji' (nasah) dipakai untuk menguji logam dengan api; jadi bangsa-bangsa asing berfungsi seperti ujian emas.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 2:21

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 2:21

✕  Sering dikira

Menganggap TUHAN tidak sanggup mengusir bangsa-bangsa

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah keputusan yang disengaja untuk menguji iman

✕  Sering dikira

Membaca 'menguji' sebagai TUHAN ingin Israel gagal

✓  Yang sebenarnya

Ujian bertujuan memperkuat kesetiaan, bukan menjerumuskan

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 2:21

Terkadang Tuhan membiarkan masalah atau 'bangsa asing' dalam hidup kita untuk menguji kesetiaan kita. Jangan melihat keadaan sebagai kebetulan, tetapi sebagai kesempatan untuk bertumbuh dan membuktikan iman kita di tengah tantangan.

Bapa, saya percaya bahwa setiap ujian yang Kau izinkan memiliki tujuan; beri saya kekuatan untuk tetap setia di tengah kesulitan, Amin.