Para raja membawa tali

Hakim-hakim 16:8

Simson dan Delila

Lalu, para raja kota orang Filistin membawa tujuh tali busur yang baru yang belum kering untuk mengikatnya.

Hakim-hakim 16:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 16:8?

Para raja Filistin membawa tujuh tali busur baru yang belum kering, dan Delila mengikat Simson dengan tali itu. Ini menunjukkan bahwa mereka menuruti instruksi Simson, namun kekuatan Simson tetap tidak berkurang.

Latar belakang

Para Raja Filistin Menyediakan Tali

Setelah mendengar jawaban Simson, para raja Filistin memberikan tujuh tali busur baru yang belum kering kepada Delila. Mereka bersiap menangkap Simson jika cara itu berhasil.

Di mana

Lembah Sorek

Di rumah Delila

Kapan

~1075 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Simson memberitahu cara palsu
Simson memutuskan tali
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Narator

Penulis kitab Hakim-him, mencatat sejarah Israel

P

Kepada

Pembaca

Umat Israel dan kita

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

סַרְנֵי

sarnei · raja-raja

Pemimpin atau penguasa kota Filistin.

בּוֹא

bo · membawa

Datang atau membawa masuk.

יָבֵשׁ

yabesh · kering

Kering, tidak lembab.

Kata 'membawa' menunjukkan keterlibatan langsung para raja dalam usaha menjatuhkan Simson. Tali yang belum kering mungkin dimaksudkan agar lebih kuat, tapi justru gagal.

Tahukah kamu

Tali belum kering

Tali yang belum kering mungkin masih lembab dan lentur, tetapi Simson tetap mampu memutuskannya seperti rami terbakar.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 16:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 16:8

✕  Sering dikira

Mengira tali busur baru yang belum kering adalah tali yang masih basah dari air.

✓  Yang sebenarnya

Belum kering berarti baru dibuat dan masih lembab, bukan basah kuyup.

✕  Sering dikira

Mengira para raja ikut hadir di kamar untuk menangkap Simson.

✓  Yang sebenarnya

Mereka hanya menyediakan tali, orang-orang bersembunyi di kamar (ayat 9).

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 16:8

Kadang kita mencoba mengendalikan situasi atau orang lain dengan cara yang tampaknya logis, tetapi kita lupa bahwa kekuatan sejati berasal dari Tuhan, bukan dari metode manusia.

Tuhan, ingatkan aku bahwa kekuatanku ada pada-Mu, bukan pada strategi atau akal-akal. Amin.