Simson kehausan dan berseru
Hakim-hakim 15:18
Simson dan Rahang Keledai
PerikopSimson Membuat Kesusahan bagi Orang Filistin · Hakim-hakim 15:1-20 →“Dia sangat haus, lalu dia berseru kepada TUHAN dan berkata, “Engkau telah mengaruniakan kemenangan yang besar ini dengan perantaraan hamba-Mu. Sekarang, aku akan mati kehausan dan jatuh ke dalam tangan orang-orang yang tidak bersunat itu.””Hakim-hakim 15:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika ia sangat haus, berserulah ia kepada TUHAN: "Oleh tangan hamba-Mu ini telah Kauberikan kemenangan yang besar itu, masakan sekarang aku akan mati kehausan dan jatuh ke dalam tangan orang-orang yang tidak bersunat itu!"”Hakim-hakim 15:18 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian Simson merasa haus sekali, sehingga ia berseru kepada TUHAN. Ia berkata, "TUHAN, baru saja Engkau memberikan kemenangan yang besar ini kepada saya. Sekarang haruskah saya mati kehausan, sehingga ditangkap oleh orang-orang Filistin ini yang tidak mengenal Engkau?"”Hakim-hakim 15:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Waktu itu Simson sangat haus. Dia berseru kepada TUHAN, “Oleh tangan hamba-Mu ini Engkau sudah memberikan kemenangan besar. Sekarang haruskah aku mati kehausan sampai jatuh ke tangan para penyembah berhala itu?””Hakim-hakim 15:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he was sore athirst, and called on the LORD, and said, Thou hast given this great deliverance into the hand of thy servant: and now shall I die for thirst, and fall into the hand of the uncircumcised?”Hakim-hakim 15:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 15:18?
Setelah kemenangan besar, Simson sangat haus dan berteriak kepada TUHAN, takut mati kehausan dan jatuh ke tangan orang Filistin yang tidak bersunat. Ini menunjukkan bahwa bahkan setelah sukses, kita tetap membutuhkan Tuhan dan harus bergantung pada-Nya dalam setiap kebutuhan.
Latar belakang
Krisis kehausan
Setelah kemenangan besar, Simson merasa sangat haus dan takut mati kehausan di padang gurun. Dia berseru kepada Tuhan, mengakui bahwa kemenangan itu adalah karunia Tuhan, dan memohon pertolongan. Ini menunjukkan kerentanan manusia di hadapan Tuhan.
Di mana
Lehi
setelah pertempuran, di tempat yang gersang
Kapan
~1050 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Simson
hakim Israel, nazir Allah, kuat luar biasa
Kepada
TUHAN
Allah yang mahakuasa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
צָמֵא
tsame · haus
haus, merasa kekeringan
קָרָא
qara · berseru
memanggil, berseru, berdoa
תְּשׁוּעָה
teshuah · kemenangan
keselamatan, kemenangan
Kata 'kemenangan' (teshuah) berakar dari kata 'menyelamatkan'. Simson mengakui bahwa kemenangannya adalah tindakan penyelamatan dari Tuhan. Kata 'haus' dan 'berseru' menunjukkan ketergantungan total pada Tuhan.
Tahukah kamu
Kalimat doa yang penuh ironi
Simson menyebut orang Filistin sebagai 'orang yang tidak bersunat', yang adalah ejekan khas Israel. Dia takut mati di tangan mereka, padahal baru saja mengalahkan seribu dari mereka.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 15:18
Mazmur 63:1
haus rohani
“Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu di tanah yang kering dan tandus.”
Keluaran 17:6
air dari batu
“Lihat, Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; pukullah gunung batu itu, maka dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum.”
Yesaya 41:17
Tuhan menjawab haus
“Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin mencari air, tetapi tidak ada; lidah mereka kering karena haus. Aku, TUHAN, akan menjawab mereka; Aku, Allah Israel, tidak akan meninggalkan mereka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 15:18
✕ Sering dikira
Simson putus asa dan meragukan Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Doa ini justru menunjukkan iman: dia percaya Tuhan sanggup menolong meski dalam keadaan genting.
✕ Sering dikira
Allah tidak peduli dengan kebutuhan fisik.
✓ Yang sebenarnya
Allah menjawab dengan mujizat air, menunjukkan bahwa Dia peduli pada kebutuhan manusia.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 15:18
Kemenangan bisa membuat kita lupa bahwa kita masih butuh Tuhan setiap saat. Jangan sombong setelah berhasil, tetapi teruslah berseru kepada Tuhan dalam segala keterbatasan dan kebutuhan kita. Dia peduli dan akan menyediakan apa yang kita perlukan.
Ya Tuhan, dalam setiap musim hidup kami, ajarlah kami untuk tetap berseru dan bergantung pada-Mu, baik dalam kekurangan maupun kelimpahan, Amin.