Hakim-hakim 15:18
“Dia sangat haus, lalu dia berseru kepada TUHAN dan berkata, “Engkau telah mengaruniakan kemenangan yang besar ini dengan perantaraan hamba-Mu. Sekarang, aku akan mati kehausan dan jatuh ke dalam tangan orang-orang yang tidak bersunat itu.””Hakim-hakim 15:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika ia sangat haus, berserulah ia kepada TUHAN: "Oleh tangan hamba-Mu ini telah Kauberikan kemenangan yang besar itu, masakan sekarang aku akan mati kehausan dan jatuh ke dalam tangan orang-orang yang tidak bersunat itu!"”Hakim-hakim 15:18 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian Simson merasa haus sekali, sehingga ia berseru kepada TUHAN. Ia berkata, "TUHAN, baru saja Engkau memberikan kemenangan yang besar ini kepada saya. Sekarang haruskah saya mati kehausan, sehingga ditangkap oleh orang-orang Filistin ini yang tidak mengenal Engkau?"”Hakim-hakim 15:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Waktu itu Simson sangat haus. Dia berseru kepada TUHAN, “Oleh tangan hamba-Mu ini Engkau sudah memberikan kemenangan besar. Sekarang haruskah aku mati kehausan sampai jatuh ke tangan para penyembah berhala itu?””Hakim-hakim 15:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he was sore athirst, and called on the LORD, and said, Thou hast given this great deliverance into the hand of thy servant: and now shall I die for thirst, and fall into the hand of the uncircumcised?”Hakim-hakim 15:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 15:18?
Setelah kemenangan besar, Simson sangat haus dan berteriak kepada TUHAN, takut mati kehausan dan jatuh ke tangan orang Filistin yang tidak bersunat. Ini menunjukkan bahwa bahkan setelah sukses, kita tetap membutuhkan Tuhan dan harus bergantung pada-Nya dalam setiap kebutuhan.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 15:18
Kemenangan bisa membuat kita lupa bahwa kita masih butuh Tuhan setiap saat. Jangan sombong setelah berhasil, tetapi teruslah berseru kepada Tuhan dalam segala keterbatasan dan kebutuhan kita. Dia peduli dan akan menyediakan apa yang kita perlukan.
Ya Tuhan, dalam setiap musim hidup kami, ajarlah kami untuk tetap berseru dan bergantung pada-Mu, baik dalam kekurangan maupun kelimpahan, Amin.