Air dari Batu di Lehi
Hakim-hakim 15:19
Simson dan Rahang Keledai
“Kemudian, Allah membelah liang batu yang ada di Lehi itu dan air keluar dari situ. Dia minum, dan kembali menjadi kuat dan segar. Karena itu, tempat itu dinamakan Mata Air Penyeru, yang sampai hari ini masih ada di Lehi.”Hakim-hakim 15:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian Allah membelah liang batu yang di Lehi itu, dan keluarlah air dari situ. Ia minum, lalu menjadi kuat dan segar kembali. Sebab itu dinamailah mata air itu Mata Air Penyeru, yang sampai sekarang masih ada di Lehi.”Hakim-hakim 15:19 · TB
Terjemahan Baru
“Maka Allah membuka lubang di bukit batu di Lehi itu, lalu keluarlah air dari situ. Simson minum, kemudian merasa segar kembali. Itu sebabnya sumber air itu disebut Sumber Air Hakor. Sumber air ini masih ada di Lehi.”Hakim-hakim 15:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Maka Allah membelah sebuah lubang batu di Lehi sehingga keluarlah air. Simson pun minum dan menjadi segar kembali. Karena itu tempat tersebut dinamai Mata Air Orang yang Berseru. Mata air itu masih ada di Lehi sampai waktu kitab ini ditulis.”Hakim-hakim 15:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But God clave an hollow place that was in the jaw, and there came water thereout; and when he had drunk, his spirit came again, and he revived: wherefore he called the name thereof Enhakkore, which is in Lehi unto this day.”Hakim-hakim 15:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 15:19?
Setelah Simson mengalahkan seribu orang Filistin dengan rahang keledai, ia sangat haus dan berseru kepada Tuhan. Allah lalu membelah batu di Lehi sehingga air keluar, memulihkan kekuatannya. Tempat itu kemudian dinamakan 'Mata Air Penyeru' (En Hakkore), yang berarti air yang didapat dari Tuhan sebagai jawaban atas seruan dalam kelemahan.
Latar belakang
Tuhan Menjawab Kehausan Simson
Setelah membunuh seribu orang Filistin dengan tulang rahang keledai, Simson sangat kehausan dan takut mati. Ia berseru kepada TUHAN, dan Allah membelah batu di Lehi sehingga air keluar. Simson minum dan kekuatannya pulih, lalu tempat itu dinamakan En-Hakkore.
Di mana
Lehi
Di dekat batu karang, setelah pertempuran
Kapan
~1070 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Penulis Hakim-hakim
penulis sejarah Israel, ~1000 SM
Kepada
Pembaca Israel
umat Israel yang mempelajari sejarah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בקע
baqa · membelah
membelah atau merobek, sering dipakai untuk tindakan Allah membelah laut atau batu
מים יצאו
mayim yatsa'u · air keluar
air yang memancar atau keluar dari sumber, melambangkan kehidupan dan pertolongan
חזק
chazaq · kuat
menjadi kuat atau teguh, sering bermakna pemulihan tenaga dan semangat
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa Allah berkuasa atas alam dan memberikan pemulihan kepada yang berseru; bukan hanya kekuatan fisik, tetapi juga kehidupan dan semangat baru, karena air dari batu adalah simbol pemeliharaan ilahi.
Tahukah kamu
Nama Tempat Penuh Makna
En-Hakkore berarti 'mata air penyeru' atau 'mata air yang dipanggil', merujuk pada seruan Simson. Tempat ini masih dikenal sampai zaman penulisan kitab ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 15:19
Keluaran 17:6
air dari batu
“Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas batu gunung Horeb; pukullah batu itu, maka air akan keluar dari padanya”
Mazmur 105:41
pembelahan batu
“Ia membelah bukit batu, lalu terpancarlah air; mengalir di padang kering seperti sungai”
Yohanes 7:37-38
air kehidupan
“Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum; sungai-sungai air hidup akan mengalir”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 15:19
✕ Sering dikira
Anggapan bahwa air ini hanya kejadian alam biasa tanpa campur tangan Allah.
✓ Yang sebenarnya
Teks menegaskan Allah yang membelah batu, menunjukkan mukjizat langsung sebagai jawaban doa.
✕ Sering dikira
Mengartikan kehausan Simson sebagai hukuman atau kelemahan iman.
✓ Yang sebenarnya
Kehausan adalah kondisi manusiawi; seruan Simson justru menunjukkan imannya, dan Allah menjawab.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 15:19
Simson yang baru saja menang besar tetap sadar akan kebutuhan dasarnya dan berani meminta tolong kepada Tuhan. Kita pun sering lupa untuk berseru kepada-Nya saat kita lemah, padahal justru di situlah pertolongan-Nya nyata. Mari belajar untuk meminta dengan jujur, karena Tuhan sanggup memberikan kekuatan dan pemulihan di tengah kehausan kita.
Ya Tuhan, ajarku untuk selalu berseru kepada-Mu dalam setiap kelemahanku, karena Engkau setia menjawab dan memulihkanku. Amin.