Para tua-tua menjemput Yefta

Hakim-hakim 11:5

Yefta: Dari Buangan Menjadi Hakim

Ketika orang-orang Amon itu berperang melawan orang Israel, para tua-tua Gilead pergi menjemput Yefta dari tanah Tob.

Hakim-hakim 11:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 11:5?

Para tua-tua Gilead pergi ke tanah Tob untuk memanggil Yefta. Mereka yang sebelumnya mengusirnya kini datang meminta pertolongan. Ini menunjukkan bagaimana kebutuhan mendesak membuat mereka mengakui kemampuan Yefta.

Latar belakang

Tua-tua Gilead memohon bantuan Yefta

Setelah bani Amon menyerang, para tua-tua Gilead, pemimpin suku setempat, pergi ke Tanah Tob. Mereka meminta Yefta kembali untuk memimpin pasukan melawan musuh. Ini ironis, karena sebelumnya Yefta diusir oleh saudara-saudaranya.

Di mana

Tanah Tob

Tempat pengasingan Yefta, di luar wilayah Gilead

Kapan

~1100 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Perang dengan Amon
Perundingan Yefta dengan tua-tua
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Hakim-hakim

Sejarawan Israel kuno yang mencatat siklus umat

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat yang perlu belajar dari masa lalu

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

וַיֵּלְכוּ

vayelchu · menjemput

pergi mengambil, menjumpai

קָצִין

qatzin · pemimpin

panglima, penguasa militer

וְנִלְחֲמָה

venilchamah · memerangi

bertempur melawan

Kata 'qatzin' berarti pemimpin militer, bukan hakim sipil. Tua-tua awalnya hanya ingin Yefta sebagai panglima perang, bukan pemimpin spiritual.

Tahukah kamu

Tanah Tob

Lokasi pastinya tidak pasti, tapi kemungkinan di daerah Syria selatan. Di sana Yefta memimpin gerombolan perampok, lalu menjadi terkenal karena kehebatannya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 11:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 11:5

✕  Sering dikira

Tua-tua Gilead sudah mengakui Yefta sebagai pemimpin sah.

✓  Yang sebenarnya

Mereka hanya ingin memanfaatkan kemampuannya berperang; status Yefta masih dipertanyakan.

✕  Sering dikira

Yefta langsung setuju dengan senang hati.

✓  Yang sebenarnya

Dia awalnya menolak, mengingat pengkhianatan mereka (ayat 7).

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 11:5

Orang yang pernah menolakmu mungkin suatu saat akan membutuhkanmu. Jangan membalas dendam, tetapi bersiaplah untuk mengampuni dan membantu dengan rendah hati.

Tuhan, ajari aku untuk mengampuni dan berbelas kasihan seperti Engkau, bahkan terhadap mereka yang pernah menyakitiku. Amin.