Nazar Yefta yang Berat

Hakim-hakim 11:30

Yefta: Dari Buangan Menjadi Hakim

Lalu, Yefta berjanji kepada TUHAN, katanya, “Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan orang Amon ke dalam tanganku,

Hakim-hakim 11:30 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 11:30?

Yefta membuat nazar yang terburu-buru kepada Tuhan, menjanjikan persembahan yang keluar dari rumahnya jika menang. Ini adalah tindakan yang di kemudian hari membawa akibat tragis.

Latar belakang

Janji yang Tergesa-gesa

Yefta membuat nazar kepada TUHAN sebelum berperang, menjanjikan persembahan korban bakaran bagi siapa pun yang keluar menyambutnya. Ini adalah tindakan yang terburu-buru dan tidak dipikirkan matang-matang.

Di mana

Mizpa Gilead

Tempat ibadah dan pertemuan, sebelum berangkat perang

Kapan

~1100 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Roh TUHAN turun
Kemenangan atas Amon
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yefta

bekas buangan, kini pemimpin Israel

T

Kepada

TUHAN

Allah Israel, Yang Maha Kudus

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נָדַר

nadar · berjanji

membuat nazar, janji khusyuk kepada Allah

יהוה

YHWH · TUHAN

nama pribadi Allah Israel, Yahweh

נָתַן

natan · menyerahkan

memberi, menempatkan ke dalam tangan

Nazar (nadar) adalah ikatan kudus; Yefta mengikat dirinya pada Tuhan dengan janji yang tidak bisa ditarik. Kata 'natan' menunjukkan bahwa Yefta sangat bergantung pada Tuhan untuk kemenangan, tetapi caranya keliru.

Tahukah kamu

Nazar dalam Alkitab

Nazar adalah janji khusus kepada Tuhan, sering kali berupa persembahan atau pengabdian. Namun, nazar Yefta terlalu gegabah, dan akibatnya tragis.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 11:30

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 11:30

✕  Sering dikira

Menganggap Yefta bernazar karena kurang iman.

✓  Yang sebenarnya

Dia bernazar sebagai bentuk kesungguhan, tetapi itu tidak bijaksana.

✕  Sering dikira

Menyalahkan Tuhan karena menerima nazar itu.

✓  Yang sebenarnya

Tuhan tidak memerintahkan nazar; itu inisiatif Yefta sendiri.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 11:30

Hati-hatilah dengan janji, terutama kepada Tuhan. Jangan membuat nazar secara impulsif tanpa berpikir panjang, karena bisa membawa konsekuensi yang tidak diinginkan.

Tuhan, ajar aku untuk berjanji dengan bijak dan bertanggung jawab, serta menepati setiap perkataanku. Amin.