Hakim-hakim 1:7
“Adoni-Bezek berkata, “Ada tujuh puluh raja yang ibu jari tangan dan kakinya terpotong memungut remah-remah di bawah mejaku. Seperti yang telah aku lakukan, demikianlah Allah membalas kepadaku.” Kemudian, dia dibawa ke Yerusalem dan mati di sana.”Hakim-hakim 1:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kata Adoni-Bezek: "Ada tujuh puluh raja dengan terpotong ibu jari tangan dan kakinya memungut sisa-sisa makanan di bawah mejaku; sesuai dengan yang kulakukan itu, demikianlah dibalaskan Allah kepadaku." Kemudian ia dibawa ke Yerusalem dan mati di sana.”Hakim-hakim 1:7 · TB
Terjemahan Baru
“Kata Adoni-Bezek, "Dahulu tujuh puluh raja sudah kupotong ibu jari tangan dan kakinya, lalu kubiarkan mereka makan sisa-sisa makanan yang jatuh dari mejaku. Sekarang Allah memperlakukan aku sama seperti aku memperlakukan mereka." Adoni-Bezek kemudian diangkut ke Yerusalem, dan di sanalah ia meninggal.”Hakim-hakim 1:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu kata raja Bezek itu, “Saya pernah mengalahkan tujuh puluh raja dan memotong ibu jari tangan dan kaki mereka. Lalu seperti anjing mereka terpaksa sisa-sisa makanan yang jatuh dari meja saya. Sekarang Allah membalaskan kepada saya sebagaimana saya memperlakukan raja-raja itu.” Kemudian dia dibawa ke Yerusalem dan mati di sana.”Hakim-hakim 1:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Adonibezek said, Threescore and ten kings, having their thumbs and their great toes cut off, gathered their meat under my table: as I have done, so God hath requited me. And they brought him to Jerusalem, and there he died.”Hakim-hakim 1:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 1:7?
Adoni-Bezek, seorang raja Kanaan, mengakui bahwa kekalahannya adalah pembalasan Allah atas kekejamannya terhadap 70 raja lain yang ia potong ibu jari tangan dan kakinya. Ayat ini menunjukkan prinsip keadilan ilahi: apa yang ditabur seseorang akan dituainya juga.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 1:7
Pernahkah kamu merasa menang tapi sebenarnya sedang menuai akibat perbuatanmu sendiri? Ayat ini mengingatkan kita untuk memperlakukan orang lain dengan adil dan penuh belas kasihan, karena perlakuan kita akan kembali kepada kita. Coba refleksikan sikapmu terhadap orang di sekitarmu hari ini.
Tuhan, mampukan aku untuk memperlakukan orang lain dengan kasih dan keadilan, agar aku tidak menuai akibat dari perbuatan yang menyakiti sesama. Amin.