Adoni-Bezek menanggung keadilan
Hakim-hakim 1:7
Perebutan Tanah Perjanjian
PerikopYehuda Menyerang Orang Kanaan · Hakim-hakim 1:1-10 →“Adoni-Bezek berkata, “Ada tujuh puluh raja yang ibu jari tangan dan kakinya terpotong memungut remah-remah di bawah mejaku. Seperti yang telah aku lakukan, demikianlah Allah membalas kepadaku.” Kemudian, dia dibawa ke Yerusalem dan mati di sana.”Hakim-hakim 1:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kata Adoni-Bezek: "Ada tujuh puluh raja dengan terpotong ibu jari tangan dan kakinya memungut sisa-sisa makanan di bawah mejaku; sesuai dengan yang kulakukan itu, demikianlah dibalaskan Allah kepadaku." Kemudian ia dibawa ke Yerusalem dan mati di sana.”Hakim-hakim 1:7 · TB
Terjemahan Baru
“Kata Adoni-Bezek, "Dahulu tujuh puluh raja sudah kupotong ibu jari tangan dan kakinya, lalu kubiarkan mereka makan sisa-sisa makanan yang jatuh dari mejaku. Sekarang Allah memperlakukan aku sama seperti aku memperlakukan mereka." Adoni-Bezek kemudian diangkut ke Yerusalem, dan di sanalah ia meninggal.”Hakim-hakim 1:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu kata raja Bezek itu, “Saya pernah mengalahkan tujuh puluh raja dan memotong ibu jari tangan dan kaki mereka. Lalu seperti anjing mereka terpaksa sisa-sisa makanan yang jatuh dari meja saya. Sekarang Allah membalaskan kepada saya sebagaimana saya memperlakukan raja-raja itu.” Kemudian dia dibawa ke Yerusalem dan mati di sana.”Hakim-hakim 1:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Adonibezek said, Threescore and ten kings, having their thumbs and their great toes cut off, gathered their meat under my table: as I have done, so God hath requited me. And they brought him to Jerusalem, and there he died.”Hakim-hakim 1:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 1:7?
Adoni-Bezek, seorang raja Kanaan, mengakui bahwa kekalahannya adalah pembalasan Allah atas kekejamannya terhadap 70 raja lain yang ia potong ibu jari tangan dan kakinya. Ayat ini menunjukkan prinsip keadilan ilahi: apa yang ditabur seseorang akan dituainya juga.
Latar belakang
Pembalasan atas kekejaman
Setelah dikalahkan, Adoni-Bezek melarikan diri tetapi tertangkap dan dipotong ibu jari tangan dan kakinya. Ia mengakui bahwa perlakuan itu adalah pembalasan Allah atas perbuatannya terhadap tujuh puluh raja yang pernah ia perlakukan sama.
Di mana
Bezek
Di tempat penahanan, setelah pertempuran
Kapan
~1375 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Adoni-Bezek
Raja Bezek yang dikalahkan, ~60 tahun
Kepada
Para penangkapnya
Orang-orang Yehuda dan Simeon
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁמַר
shamar · membalas
memperlakukan sesuai dengan perbuatan, memberi ganjaran
יָד
yad · tangan
anggota tubuh untuk bertindak, melambangkan kekuatan
רֶגֶל
regel · kaki
anggota tubuh untuk berjalan, melambangkan stabilitas
Adoni-Bezek memahami bahwa Allah membalas sesuai perbuatan (shamar). Pemotongan tangan dan kaki (yad dan regel) melumpuhkan total kekuasaan dan mobilitasnya, menunjukkan keadilan yang setimpal.
Tahukah kamu
Kebiasaan memotong ibu jari
Memotong ibu jari adalah cara untuk membuat tentara tidak mampu memegang senjata, tetapi tidak membunuh mereka. Praktik ini dikenal di dunia kuno.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 1:7
Mazmur 18:25
Prinsip pembalasan setimpal
“Terhadap orang yang setia, Engkau berlaku setia; terhadap orang yang tulus, Engkau berlaku tulus.”
Amsal 26:27
Hukum tabur tuai
“Siapa menggali lubang akan jatuh ke dalamnya, dan siapa menggulingkan batu, batu itu akan menimpanya.”
Galatia 6:7
Keadilan ilahi
“Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 1:7
✕ Sering dikira
Menganggap hukuman ini kejam dan tidak adil
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah pembalasan setimpal yang diakui sendiri oleh Adoni-Bezek, menunjukkan keadilan Allah.
✕ Sering dikira
Mengira Allah memerintahkan pemotongan ibu jari secara khusus
✓ Yang sebenarnya
Teks hanya mencatat tindakan orang Israel, bukan perintah langsung; ini adalah praktik perang yang umum.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 1:7
Pernahkah kamu merasa menang tapi sebenarnya sedang menuai akibat perbuatanmu sendiri? Ayat ini mengingatkan kita untuk memperlakukan orang lain dengan adil dan penuh belas kasihan, karena perlakuan kita akan kembali kepada kita. Coba refleksikan sikapmu terhadap orang di sekitarmu hari ini.
Tuhan, mampukan aku untuk memperlakukan orang lain dengan kasih dan keadilan, agar aku tidak menuai akibat dari perbuatan yang menyakiti sesama. Amin.