Pengakuan dosa sejak nenek moyang
Ezra 9:7
Doa Syafaat Ezra
PerikopPerkawinan dengan Orang Bukan Yahudi · Ezra 9:1-15 →“Sejak zaman nenek moyang kami sampai hari ini, kesalahan kami sangatlah besar. Karena kesalahan-kesalahan kami itu, kami, para raja, dan imam-imam kami diserahkan ke dalam tangan raja-raja di negeri itu, kepada pedang, penangkapan, perampasan, dan penghinaan seperti saat ini.”Ezra 9:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dari zaman nenek moyang kami sampai hari ini kesalahan kami besar, dan oleh karena dosa kami maka kami sekalian dengan raja-raja dan imam-imam kami diserahkan ke dalam tangan raja-raja negeri, ke dalam kuasa pedang, ke dalam penawanan dan penjarahan, dan penghinaan di depan umum, seperti yang terjadi sekarang ini.”Ezra 9:7 · TB
Terjemahan Baru
“Sejak zaman leluhur kami sampai sekarang, kami umat-Mu berdosa kepada-Mu. Itu sebabnya kami, para raja serta para imam kami telah dikalahkan oleh raja-raja asing. Kami dibunuh, dirampok dan diangkut sebagai tawanan. Kami telah dihina habis-habisan, seperti keadaannya pada hari ini.”Ezra 9:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sejak zaman nenek moyang kami sampai sekarang, kami terlalu banyak berbuat dosa terhadap Engkau. Itulah sebabnya, sejak dulu, rakyat Israel serta para raja dan imam kami terus dibunuh, dirampok, juga ditawan ke negeri musuh, seperti yang masih kami alami sekarang.”Ezra 9:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Since the days of our fathers have we been in a great trespass unto this day; and for our iniquities have we, our kings, and our priests, been delivered into the hand of the kings of the lands, to the sword, to captivity, and to a spoil, and to confusion of face, as it is this day.”Ezra 9:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ezra 9:7?
Ezra 9:7 mengakui bahwa sejak zaman nenek moyang sampai sekarang, bangsa Israel terus berbuat salah. Akibatnya, mereka mengalami hukuman berupa penjajahan, kekerasan, dan penghinaan. Ini menunjukkan bahwa dosa memiliki konsekuensi nyata yang dirasakan turun-temurun.
Latar belakang
Mengakui dosa turun-temurun
Ezra mengakui bahwa dosa sudah menumpuk sejak zaman nenek moyang hingga sekarang. Ia menyadari bahwa pembuangan adalah akibat langsung dari dosa-dosa itu.
Di mana
Yerusalem
Di pelataran Bait Allah, sore hari
Kapan
~458 SM
Pemulihan pasca-pembuangan
Yang berbicara
Ezra
Imam dan ahli Taurat, ~50 tahun
Kepada
TUHAN Allah
Allah Israel yang kudus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עֲוֹן
avon · kesalahan
Kesalahan atau kejahatan yang membawa konsekuensi, sering dipersonifikasikan sebagai beban.
אָבוֹת
avot · nenek moyang
Leluhur, generasi-generasi sebelumnya yang menjadi akar identitas bangsa.
עַד
ad · sampai
Menunjukkan batas atau jangkauan, di sini ke langit.
Gabungan kata-kata ini menunjukkan bahwa dosa bukan sekadar perbuatan sesaat, melainkan warisan yang menumpuk dan membebani generasi-generasi, sampai mencapai langit.
Tahukah kamu
Merobek pakaian
Merobek pakaian adalah tanda dukacita yang lazim di Timur Tengah kuno, dilakukan saat bencana atau penghinaan besar.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ezra 9:7
Mazmur 38:4
Beban dosa serupa
“Sebab kesalahanku telah menimpa kepalaku; seperti beban yang berat, melebihi kekuatanku.”
Yesaya 59:12
Dosa meluas
“Sungguh, pelanggaran kami banyak di hadapan-Mu dan dosa kami bersaksi melawan kami.”
Daniel 9:5
Pengakuan umat
“Kami telah berbuat dosa dan salah, telah berlaku fasik dan memberontak, dan telah menyimpang dari perintah dan hukum-Mu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ezra 9:7
✕ Sering dikira
Mengira dosa nenek moyang menimpa generasi sekarang secara otomatis.
✓ Yang sebenarnya
Ezra berbicara tentang partisipasi dalam dosa bersama, bukan sekadar warisan biologis.
✕ Sering dikira
Mengira kesalahan hanya bersifat pribadi, bukan komunal.
✓ Yang sebenarnya
Dosa di sini dipandang sebagai tanggung jawab kolektif bangsa Israel.
Renungan
Renungan Singkat Ezra 9:7
Ingatlah bahwa dosa bukan hanya urusan pribadi, tapi bisa berdampak pada keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Mari periksa hidup kita: adakah kebiasaan atau pilihan yang sedang membawa masalah bagi diri sendiri dan orang lain? Beranilah untuk mengaku dan berubah.
Tuhan, ampuni aku jika aku terus hidup dalam dosa yang sama seperti nenek moyangku, dan ubahlah aku agar tidak mewariskan kebiasaan buruk kepada generasi berikutnya. Amin.