Pengakuan Dosa: Malu dan Tercengang
Ezra 9:6
Doa Pengakuan Ezra
“Aku berkata, “Oh Allahku, aku sangat malu dan segan untuk mengangkat wajahku kepada-Mu, Allahku. Kesalahan-kesalahan kami lebih tinggi daripada kepala kami, dan pelanggaran-pelanggaran kami sudah bertumpuk-tumpuk sampai ke langit.”Ezra 9:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan kataku: "Ya Allahku, aku malu dan mendapat cela, sehingga tidak berani menengadahkan mukaku kepada-Mu, ya Allahku, karena dosa kami telah menumpuk mengatasi kepala kami dan kesalahan kami telah membubung ke langit.”Ezra 9:6 · TB
Terjemahan Baru
“Aku berkata, "Ya Allahku, aku ini malu untuk mengangkat kepalaku di hadapan-Mu. Dosa kami bertumpuk-tumpuk di atas kepala kami sampai menyentuh langit.”Ezra 9:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Saya berdoa, “Ya Allahku, aku merasa sangat malu datang ke hadapan-Mu, karena dosa dan kesalahan kami sangat banyak, bahkan bertumpuk-tumpuk sampai ke surga.”Ezra 9:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And said, O my God, I am ashamed and blush to lift up my face to thee, my God: for our iniquities are increased over our head, and our trespass is grown up unto the heavens.”Ezra 9:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ezra 9:6?
Ezra mengakui rasa malu dan segannya untuk mengangkat wajah kepada Allah karena dosa-dosa umat yang sangat banyak. Ia berkata bahwa kesalahan mereka lebih tinggi dari kepala dan pelanggaran mereka sampai ke langit. Ini adalah pengakuan yang jujur dan dalam akan besarnya dosa, tanpa berusaha membenarkan diri.
Latar belakang
Malu Mengangkat Wajah
Ezra memulai doanya dengan mengungkapkan rasa malu dan segannya untuk menghadap Tuhan. Dia menyadari bahwa dosa-dosa bangsa begitu besar hingga 'melebihi kepala' mereka, bertumpuk sampai ke langit. Ini adalah pengakuan yang jujur dan rendah hati.
Di mana
Yerusalem
Di pelataran Bait Allah, di hadapan orang banyak
Kapan
~458 SM
Pemulihan Israel
Yang berbicara
Ezra
Imam dan ahli Taurat, memimpin doa
Kepada
TUHAN
Allah Israel, yang kepadanya doa ditujukan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בּוֹשׁ
bosh · malu
merasa malu atau dipermalukan, sering karena kegagalan moral.
כָּלַם
kalam · segan
merasa dicela atau bernoda, timbul rasa bersalah yang dalam.
עָוֹן
avon · kesalahan
kesalahan yang membawa konsekuensi, sering dipakai untuk dosa yang disengaja.
Kombinasi kata malu, segan, dan kesalahan menunjukkan bahwa Ezra merasakan beban moral yang berat, bukan sekadar penyesalan superfisial. Ini adalah pengakuan yang mengakui bahwa dosa adalah pelanggaran serius yang memutus hubungan dengan Allah.
Tahukah kamu
Mengangkat Wajah
Dalam budaya Timur Dekat kuno, mengangkat wajah adalah tanda keberanian dan keyakinan di hadapan atasan. Ezra tidak berani melakukannya di hadapan Tuhan karena dosa, menunjukkan betapa seriusnya kesalahan mereka.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ezra 9:6
Mazmur 38:4
Dosa seperti beban di kepala
“Sebab kesalahan-kesalahanku telah menimpa kepalaku; seperti beban yang berat, terlalu berat bagiku.”
Daniel 9:7
Malu di hadapan Tuhan
“Pada-Mu, Tuhan, ada keadilan, tetapi pada kami ada rasa malu seperti hari ini, pada kami, orang-orang Yehuda, penduduk Yerusalem, seluruh Israel, yang dekat dan yang jauh, di semua negeri ke mana Engkau telah mencerai-beraikan mereka, karena kesetiaan mereka yang telah mereka lakukan terhadap-Mu.”
1 Yohanes 1:9
Pengakuan dosa membawa pengampunan
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ezra 9:6
✕ Sering dikira
Rasa malu yang diungkapkan Ezra adalah bentuk kelemahan mental.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah kerendahan hati yang benar di hadapan Allah yang kudus, mengakui dosa tanpa membela diri.
✕ Sering dikira
Ezra hanya berbicara tentang dosa pribadinya, bukan dosa bangsanya.
✓ Yang sebenarnya
Dia memakai kata 'kami' dan mengakui dosa seluruh bangsa Israel, bertindak sebagai wakil mereka dalam doa.
Renungan
Renungan Singkat Ezra 9:6
Pengakuan dosa yang tulus adalah langkah awal menuju pemulihan. Jangan membandingkan dosa kita dengan orang lain atau meremehkannya. Cobalah untuk jujur di hadapan Allah dan akui bahwa kita telah berbuat salah.
Allah, ampunilah kami karena dosa-dosa kami yang banyak. Beri kami keberanian untuk mengakui kesalahan kami dan menerima pengampunan-Mu. Amin.