Ancaman Hukuman Mati
Ezra 6:11
Perintah Tegas Darius
“Aku juga memberi perintah agar setiap orang yang mengubah keputusan ini, biarlah tiang kayu dicabut dari rumahnya dan orang itu ditusukkan di atasnya. Biarlah rumah orang itu menjadi timbunan kotoran karena hal ini.”Ezra 6:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Selanjutnya telah dikeluarkan perintah olehku, supaya setiap orang Ezra 6.12–14 25 yang melanggar keputusan ini, akan dicabut sebatang tiang dari rumahnya, untuk menyulakannya pada ujung tiang itu dan supaya rumahnya dijadikan reruntuhan oleh karena hal itu.”Ezra 6:11 · TB
Terjemahan Baru
“Aku memerintahkan supaya orang yang melanggar perintah ini dari rumahnya dicabut sebuah tiang, diruncingkan ujungnya, lalu ditusukkan ke dalam badan orang itu sampai tembus. Rumahnya harus dibongkar dan dijadikan tempat sampah.”Ezra 6:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Di samping itu, saya memerintahkan bahwa jika ada orang yang tidak taat pada perintah ini, dia harus dihukum mati dengan cara ditancapkan pada balok kayu dari rumahnya sendiri. Rumahnya itu juga harus dijadikan timbunan sampah.”Ezra 6:11 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Also I have made a decree, that whosoever shall alter this word, let timber be pulled down from his house, and being set up, let him be hanged thereon; and let his house be made a dunghill for this.”Ezra 6:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ezra 6:11?
Darius mengeluarkan perintah tegas: siapa pun yang mengubah keputusan ini akan dihukum dengan cara ditusuk pada tiang yang dicabut dari rumahnya, dan rumahnya dijadikan timbunan sampah. Ini menunjukkan keseriusan raja dalam mendukung pekerjaan Allah.
Latar belakang
Sanksi berat bagi yang melanggar
Darius menetapkan hukuman yang mengerikan: siapa pun yang mengubah perintahnya akan dicabut tiang dari rumahnya dan ditusuk di atasnya, serta rumahnya menjadi timbunan kotoran. Ini menunjukkan betapa seriusnya raja melindungi pembangunan bait Allah.
Di mana
Babel
Dekrit kerajaan yang dikeluarkan dari istana
Kapan
~520 SM
Zaman Pembuangan dan Pemulihan
Yang berbicara
Raja Darius
Raja Persia, ~50 tahun, berkuasa atas seluruh kekaisaran
Kepada
Semua orang yang membaca dekrit
Pejabat dan rakyat di seluruh wilayah kekaisaran Persia
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָע
'a · tiang
tiang, kayu
זְקַף
zeqaf · ditusukkan
menusuk, menggantung, menyalib
דְּגוֹר
degur · timbunan kotoran
tumpukan sampah, reruntuhan
Ketiga kata ini menggambarkan dua aspek hukuman: kematian yang mengerikan (ditusuk) dan kehancuran nama keluarga (rumah menjadi timbunan kotoran). Ini menekankan bahwa melanggar perintah raja adalah kejahatan yang memalukan dan mematikan.
Tahukah kamu
Hukuman yang mengerikan
Hukuman ditusuk di atas tiang adalah praktik yang dikenal di Persia dan Asyur, sering digunakan untuk pemberontak atau penjahat berat. Ini adalah cara untuk memberi efek jera dan menunjukkan kekuasaan mutlak raja.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ezra 6:11
Ulangan 21:22-23
Hukuman gantung
“Apabila seseorang telah melakukan dosa yang patut dihukum mati, lalu ia dihukum mati, dan engkau menggantung dia pada sebuah tiang,”
Ester 9:13-14
Hukuman tiang
“Maka kata Ester: ... biarlah kesepuluh anak Haman itu digantung pada tiang.”
Daniel 2:5
Timbunan kotoran
“Raja menjawab ... kamu akan dipenggal-penggal dan rumahmu akan dijadikan timbunan kotoran.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ezra 6:11
✕ Sering dikira
Hukuman ini menunjukkan kekejaman Allah atau kekristenan.
✓ Yang sebenarnya
Hukuman ini adalah keputusan raja Persia, bukan perintah dari Allah. Allah tidak pernah memerintahkan hukuman seperti ini dalam konteks pembangunan bait.
✕ Sering dikira
Ayat ini berarti kita harus menghukum orang yang menghalangi pekerjaan Tuhan dengan cara fisik.
✓ Yang sebenarnya
Perintah ini bersifat historis dan khusus untuk konteks pada waktu itu, bukan model hukuman untuk masa kini.
Renungan
Renungan Singkat Ezra 6:11
Kita harus serius dan konsisten dalam keputusan yang mendukung pekerjaan Allah. Jangan mudah goyah atau mengubah komitmen kita terhadap pelayanan. Ketegasan seperti ini bisa mencegah gangguan dan menunjukkan bahwa kita menghargai pekerjaan Tuhan.
Tuhan, teguhkan hati kami untuk setia pada panggilan-Mu, dan jauhkan kami dari sikap ragu atau plin-plan dalam pekerjaan-Mu. Amin.