Tafsir Tekel: Ditimbang dan Kurang

Daniel 5:26

Timbangan Ilahi

Inilah makna dari perkataan itu: Mene: Allah telah menghitung kerajaan-Mu dan telah digenapi.

Daniel 5:26 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Daniel 5:26?

Daniel menjelaskan bahwa 'Mene' berarti Allah telah menghitung masa pemerintahan Belsyazar dan mengakhirinya. Ini menunjukkan bahwa Allah adalah penguasa atas sejarah dan berdaulat menentukan kapan suatu kerajaan atau kehidupan berakhir. Tidak ada yang luput dari perhitungan Allah.

Latar belakang

Ditimbang dan Didapati Kurang

Daniel menjelaskan bahwa Belsyazar telah ditimbang dalam timbangan Allah dan didapati terlalu ringan—hidupnya tidak sesuai dengan standar Allah.

Di mana

Babel

Ruang perjamuan istana, malam

Kapan

~539 SM

Pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kejatuhan Babel
Kematian Belsyazar
Kamu di sini
D

Yang berbicara

Daniel

Nabi tua, bijaksana, mantan pejabat istana

R

Kepada

Raja Belsyazar

Raja Babel yang angkuh dan takabur

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

תְּקֵל

teqel · Tekel

ditimbang atau satu syikal (satuan berat)

אַתָּה

attah · Engkau

kamu (penegasan personal)

מֹאזְנַיִם

moznayim · Neraca

timbangan, alat untuk menimbang

Penekanan pada 'engkau' menunjukkan penghakiman bersifat pribadi; Belsyazar secara individual dinilai oleh Allah.

Tahukah kamu

Satuan Berat

'Tekel' juga berarti 'syikal', satuan berat. Ini permainan kata yang menunjukkan nilai moral Belsyazar yang tidak sebanding.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Daniel 5:26

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Daniel 5:26

✕  Sering dikira

Menganggap 'Tekel' hanya tentang berat fisik.

✓  Yang sebenarnya

Ini metafora untuk menilai karakter dan perbuatan secara moral.

✕  Sering dikira

Berpikir Belsyazar bisa 'menambah berat' dengan perbuatan baik setelahnya.

✓  Yang sebenarnya

Penghakiman sudah final; tidak ada ruang untuk pertobatan pada saat itu.

Renungan

Renungan Singkat Daniel 5:26

Hidup kita juga 'dihitung' oleh Allah. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk mengingatkan bahwa waktu kita terbatas dan berharga. Bagaimana kamu menggunakan hari-harimu? Apakah kamu hidup dengan kesadaran bahwa Allah memegang kendali atas waktu dan nasibmu?

Tuhan, ajari aku menghitung hari-hariku dengan bijak, supaya aku beroleh hati yang berhikmat. Amin.