Persembahan unjukan sebagai tanda syukur
Bilangan 6:20
Hukum dan Pemberkatan Nazir
“Lalu, imam harus mengunjukkan semua itu ke hadapan TUHAN sebagai persembahan unjukan. Itu akan menjadi bagian yang kudus bagi imam bersama-sama dengan dada persembahan unjukan dan paha persembahan pemberian. Setelah itu, orang yang bernazar tadi boleh minum anggur.”Bilangan 6:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“kemudian haruslah imam mengunjukkan semuanya itu ke hadapan TUHAN sebagai persembahan unjukan; semuanya itu menjadi bagian kudus bagi imam, beserta dada persembahan unjukan dan beserta paha persembahan khusus. Sesudah itu barulah boleh orang nazir itu minum anggur."”Bilangan 6:20 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu imam harus menunjukkan makanan itu sebagai pemberian khusus kepada TUHAN; itu adalah bagian suci yang menjadi bagian imam, selain dada dan paha domba jantan yang menurut peraturan menjadi bagian imam. Baru sesudah itu orang nazir itu boleh minum air anggur.”Bilangan 6:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Selanjutnya, pengabdi itu akan menyerahkannya kembali kepada imam, dan imam akan mengangkatnya tinggi sebagai persembahan khusus bagi-Ku. Yang juga diangkat tinggi oleh imam adalah bagian dada dari kurban tanda damai dan paha belakangnya. Bagian-bagian itu akan menjadi milik imam, sesuai dengan peraturan kurban. Semua bagian tersebut harus diperlakukan sebagai sesuatu yang kudus. Setelah semuanya selesai, orang itu boleh minum air anggur karena sumpah pengabdiannya sudah berakhir.”Bilangan 6:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the priest shall wave them for a wave offering before the LORD: this is holy for the priest, with the wave breast and heave shoulder: and after that the Nazarite may drink wine.”Bilangan 6:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 6:20?
Ayat ini menjelaskan bahwa persembahan unjukan itu menjadi bagian kudus untuk imam, bersama dengan dada dan paha persembahan. Setelah ritual selesai, nazir itu diperbolehkan minum anggur lagi, menandakan berakhirnya masa nazarnya.
Latar belakang
Menyerahkan kembali berkat
Imam mengunjukkan bagian-bagian kurban di hadapan TUHAN sebagai persembahan unjukan. Ini menjadi bagian imam, dan setelah itu nazir boleh minum anggur—tandanya nazar selesai.
Di mana
Gunung Sinai
Di pintu masuk Kemah Pertemuan, di padang gurun
Kapan
~1440 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, penulis Taurat, ~120 tahun
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan Allah dalam perjalanan di padang gurun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הֵנִיף
henif · mengunjukkan
Menggerakkan maju mundur sebagai persembahan.
קֹדֶשׁ
qodesh · kudus
Terpisah, dikhususkan bagi Allah.
חֵלֶק
chelek · bagian
Porsi, bagian yang diberikan.
Persembahan unjukan melibatkan gerakan fisik; ini menunjukkan bahwa memberi kepada Allah bukan sekadar rutinitas, melainkan tindakan yang nyata dan penuh makna.
Tahukah kamu
Persembahan unjukan 'digoyangkan'
Gerakan mengunjukkan dilakukan dengan menggerakkan persembahan ke depan dan ke belakang, melambangkan penyerahan dan penerimaan kembali dari Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 6:20
Keluaran 29:24
Aksi unjukan
“Letakkan semuanya di telapak tangan Harun dan anak-anaknya, lalu persembahkan sebagai unjukan di hadapan TUHAN.”
Imamat 7:30
Upacara unjukan
“Dia harus membawa lemak dan dada untuk diunjukkan sebagai persembahan unjukan di hadapan TUHAN.”
Bilangan 5:25
Peran imam
“Imam harus mengambil korban sajian cemburuan dari tangan perempuan itu dan mengunjukkannya di hadapan TUHAN.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 6:20
✕ Sering dikira
Menganggap nazir ikut memakan bagian kurban.
✓ Yang sebenarnya
Bagian itu menjadi bagian imam, bukan dimakan nazir.
✕ Sering dikira
Menyangka setelah upacara, nazir langsung boleh minum anggur dalam jumlah bebas.
✓ Yang sebenarnya
Masa nazar telah selesai, sehingga larangan berakhir, tetapi tetap harus hidup bijaksana.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 6:20
Ada masa untuk berpuasa dan berkomitmen, dan ada masa untuk merayakan. Setelah kita menyelesaikan masa pengabdian, kita boleh menikmati berkat Tuhan dengan sukacita. Ini mengingatkan kita untuk menghargai ritme kehidupan rohani.
Ya Tuhan, terima kasih untuk kesetiaan-Mu saat saya menjalani komitmen. Ajar saya untuk menikmati berkat-Mu dengan bijak setelah masa pengabdian selesai. Amin.