Mencukur Rambut Nazir

Bilangan 6:18

Nazir dan Berkat Imam

Kemudian, orang yang bernazar itu harus mencukur rambut kepalanya di pintu tenda pertemuan, mengambil potongan rambutnya, dan memasukkannya ke dalam api yang berada di bawah persembahan kurban pendamaian.

Bilangan 6:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Bilangan 6:18?

Ayat ini menggambarkan bahwa nazir mencukur rambutnya di pintu Kemah Pertemuan dan membakarnya dalam api di bawah kurban pendamaian. Ini adalah tindakan simbolis melepaskan kenaziran dan menyerahkan seluruh pengabdiannya sebagai persembahan yang harum bagi Tuhan.

Latar belakang

Rambut Dicukur dan Dibakar

Nazir mencukur rambutnya di pintu Kemah Pertemuan dan membakarnya dalam api di bawah kurban pendamaian.

Di mana

Gunung Sinai

Kemah Pertemuan, di padang gurun

Kapan

~1440 SM

Perjalanan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Masuk ke Kanaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Bilangan

Tradisi atribusi kepada Musa, editor kemudian.

U

Kepada

Umat Israel

Orang-orang yang baru keluar dari Mesir.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

גָּלַח

galach · mencukur

Mencukur habis rambut.

רֹאשׁ

rosh · rambut

Kepala, juga melambangkan diri.

אֵשׁ

esh · api

Api, simbol pemurnian.

Mencukur dan membakar rambut menunjukkan penyerahan total diri kepada Allah, bukan sekadar simbol lahiriah.

Tahukah kamu

Simbol Pengabdian

Rambut yang dibakar melambangkan seluruh pengabdian nazir dipersembahkan kepada Allah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 6:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Bilangan 6:18

✕  Sering dikira

Rambut nazir adalah sumber kekuatan supranatural.

✓  Yang sebenarnya

Kekuatannya berasal dari Allah, bukan rambut itu sendiri.

✕  Sering dikira

Mencukur rambut adalah upacara sihir.

✓  Yang sebenarnya

Itu adalah tindakan simbolis yang diperintahkan Allah.

Renungan

Renungan Singkat Bilangan 6:18

Mencukur rambut bisa diibaratkan melepaskan sesuatu yang kita pegang erat—kebiasaan, identitas, atau masa lalu. Ada kebebasan dalam menyerahkan semua kepada Tuhan. Kita dapat melepaskan beban dan membiarkan Allah memperbarui kita.

Tuhan, ajar aku untuk melepaskan segala sesuatu yang menghalangi pengabdianku kepada-Mu dan menyerahkannya sebagai persembahan yang berkenan. Amin.