Bau harum yang menyenangkan
Bilangan 28:6
Aturan kurban harian dan hari raya
PerikopKurban Harian · Bilangan 28:1-8 →“Itulah kurban bakaran tetap yang diperintahkan di Gunung Sinai, yang harum baunya, suatu kurban bakaran bagi TUHAN.”Bilangan 28:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Itulah korban bakaran yang tetap yang diolah pertama kali di atas gunung Sinai menjadi bau yang menyenangkan, suatu korban api-apian bagi TUHAN.”Bilangan 28:6 · TB
Terjemahan Baru
“Itulah kurban bakaran tetap yang untuk pertama kali dipersembahkan di Gunung Sinai. Baunya menyenangkan hati TUHAN.”Bilangan 28:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(28:5)”Bilangan 28:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“It is a continual burnt offering, which was ordained in mount Sinai for a sweet savour, a sacrifice made by fire unto the LORD.”Bilangan 28:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 28:6?
Ayat ini menegaskan bahwa kurban bakaran tetap adalah perintah yang diberikan di Gunung Sinai, yang harum baunya dan sangat berkenan kepada TUHAN. Ini mengingatkan Israel akan perjanjian dan hubungan mereka dengan Allah.
Latar belakang
Kurban yang berkenan
Ayat ini menyatakan bahwa kurban bakaran yang telah ditetapkan ini adalah kurban yang harum baunya bagi TUHAN, sebagai pengingat bahwa kurban yang dilakukan dengan benar dan setia akan menyenangkan hati Allah. Ini juga menegaskan bahwa peraturan ini diberikan di Gunung Sinai, menunjukkan otoritas dan kesinambungan dengan perjanjian.
Di mana
Gunung Sinai
Di padang gurun, saat perkemahan Israel
Kapan
~1450 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, pemberi hukum dan instruksi ibadah
Kepada
Musa
Pemimpin Israel, utusan TUHAN, juru bicara untuk umat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נִיחוֹחַ
nichoch · harum
aroma yang menyenangkan, bau yang menenangkan
עֹלָה
olah · kurban bakaran
persembahan yang dibakar seluruhnya, naik ke atas
צָוָה
tsavah · diperintahkan
memerintahkan dengan otoritas, menetapkan
Kata 'nichoch' sering dipakai untuk bau kurban yang diterima Allah, dan 'olah' berarti 'naik' karena asapnya naik ke langit. Jadi, kurban ini adalah 'naik sebagai aroma yang menenangkan' bagi Allah, menunjukkan hubungan yang harmonis.
Tahukah kamu
Bau harum: bukan hidung Allah yang mencium
Allah adalah Roh, jadi 'bau harum' adalah metafora untuk penerimaan dan kesenangan-Nya. Ini menunjukkan bahwa ibadah yang tulus dan taat membawa sukacita bagi Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 28:6
Keluaran 29:41
Pengulangan
“Dan domba yang kedua haruslah engkau olah pada waktu petang; seperti korban sajian pada waktu pagi dan seperti korban curahannya haruslah engkau mengolahnya menjadi bau yang menyenangkan, suatu korban api-apian bagi TUHAN.”
Efesus 5:2
Kurban Kristus
“Hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.”
Imamat 1:9
Aroma menyenangkan
“maka imam harus membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai korban bakaran, suatu korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 28:6
✕ Sering dikira
Mengira bahwa Allah secara fisik mencium bau dan menjadi senang.
✓ Yang sebenarnya
Bahasa ini adalah antropomorfisme untuk menyatakan penerimaan dan relasi yang baik, bukan bahwa Allah memiliki indra penciuman.
✕ Sering dikira
Menganggap kurban harian ini hanya soal ritual, tanpa makna moral.
✓ Yang sebenarnya
Kurban ini mengajarkan kesetiaan harian dan penyerahan terus-menerus kepada Allah, yang juga harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 28:6
Mengikuti perintah Allah adalah wujud ketaatan dan kesetiaan. Dalam hidup sehari-hari, kita mungkin menghadapi banyak tuntutan, tetapi penting untuk berpegang pada perintah Tuhan sebagai prioritas utama.
Tuhan, terima kasih atas perintah-perintah-Mu yang membawa berkat. Mampukan kami untuk taat dan setia seperti yang Engkau kehendaki, dan bantu kami untuk melihat bahwa ketaatan kami menyenangkan hati-Mu. Amin.