Undangan Menyembah Ilah
Bilangan 25:2
Penyembahan Baal-Peor dan Tindakan Pinehas
PerikopIsrael di Peor · Bilangan 25:1-18 →“Perempuan-perempuan ini mengundang bangsa itu untuk mempersembahkan kurban kepada ilahnya. Umat itu turut makan dan sujud menyembah kepada ilah mereka.”Bilangan 25:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Perempuan-perempuan ini mengajak bangsa itu ke korban sembelihan bagi allah mereka, lalu bangsa itu turut Bilangan 25.3–7 149 makan dari korban itu dan menyembah allah orang-orang itu.”Bilangan 25:2 · TB
Terjemahan Baru
“Wanita-wanita itu mengajak mereka ke pesta-pesta kurban untuk menghormati ilah mereka. Orang Israel juga ikut makan kurban itu dan menyembah ilah orang Moab.”Bilangan 25:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Perempuan-perempuan itu mengajak mereka ke upacara persembahan kurban kepada dewa-dewa setempat yang disebut para dewa Baal Gunung Peor. Di situ mereka ikut makan kurban itu dan bersujud menyembah dewa-dewa itu. Dengan berbuat demikian, berarti para laki-laki Israel itu mengikatkan diri mereka kepada dewa Baal sehingga bangkitlah amarah TUHAN terhadap Israel.”Bilangan 25:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they called the people unto the sacrifices of their gods: and the people did eat, and bowed down to their gods.”Bilangan 25:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 25:2?
Perempuan Moab mengajak orang Israel untuk ikut serta dalam upacara penyembahan berhala mereka, termasuk makan kurban dan sujud kepada ilah mereka. Ini menunjukkan bagaimana dosa seksual membawa kepada dosa penyembahan berhala, dan umat Allah terjebak dalam praktik yang melanggar perintah Tuhan.
Latar belakang
Godaan Lewat Pesta
Perempuan Moab mengundang orang Israel ke pesta kurban untuk dewa-dewa mereka. Umat Israel dengan mudah ikut makan dan sujud menyembah ilah asing, melanggar perintah Tuhan untuk tidak menyembah allah lain. Ayat ini menunjukkan bagaimana dosa dimulai dari pergaulan yang salah.
Di mana
Sitim
Dataran Moab, dekat Gunung Peor, tempat pemujaan Baal
Kapan
~1400 SM
Perjalanan di padang gurun, menjelang masuk Kanaan
Yang berbicara
Penulis Bilangan
Tradisi Musa, penulis kitab Taurat
Kepada
Pembaca Israel
Umat pilihan Tuhan yang sedang dalam perjalanan ke Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קָרָא
qara · mengundang
Memanggil, mengundang, memberi nama
זָבַח
zavach · mempersembahkan kurban
Menyembelih binatang sebagai korban
שָׁחָה
shachah · menyembah
Tunduk, bersujud, memberi hormat
Kata 'mempersembahkan kurban' berasal dari akar yang berarti menyembelih, dan 'menyembah' berarti sujud. Ini menunjukkan tindakan ibadah yang melibatkan tubuh dan hati, bukan sekadar formalitas. Mereka terjebak dalam 'panggilan' (qara) untuk berpaling dari Tuhan.
Tahukah kamu
Baal-Peor dan Gunung Peor
Baal-Peor adalah dewa kesuburan yang disembah di Gunung Peor. Namanya berarti 'tuan Peor', dan penyembahannya sering melibatkan pesta pora dan amoralitas seksual.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 25:2
Ulangan 32:17
Mengorbankan
“Mereka mengorbankan kepada roh-roh jahat yang bukan Allah, kepada allah yang tidak mereka kenal.”
Mazmur 106:29
Murka Tuhan
“Mereka membangkitkan murka TUHAN dengan perbuatan mereka, lalu tulah menimpa mereka.”
1 Korintus 10:20
Konteks
“Bukan demikian! Apa yang kukatakan, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 25:2
✕ Sering dikira
Menganggap bahwa makan makanan persembahan berhala saja sudah merupakan dosa besar.
✓ Yang sebenarnya
Yang menjadi dosa adalah partisipasi dalam penyembahan berhala, bukan sekadar makan makanan. Paulus menjelaskan ini dalam 1 Korintus 10.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa perempuan Moab yang mengundang adalah korban atau hanya korban keadaan.
✓ Yang sebenarnya
Narasi ini menekankan peran mereka sebagai penggoda yang aktif, tetapi juga menyoroti kelemahan Israel yang tidak menolak godaan.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 25:2
Dosa sering kali tidak berdiri sendiri; satu dosa dapat membawa kepada dosa lainnya. Kita perlu waspada terhadap pengaruh yang dapat menyeret kita menjauh dari Tuhan, dan berani menolak ajakan yang bertentangan dengan iman.
Tuhan, berikan aku kekuatan untuk berkata tidak terhadap segala hal yang membawaku kepada penyembahan yang salah dan menjauh dari-Mu. Amin.