Bilangan 14:18
“‘TUHAN itu lambat untuk marah, berlimpah dengan kasih setia, mengampuni kesalahan dan pelanggaran. Namun, Dia tidak membiarkan orang yang bersalah tidak dihukum, membalaskan kesalahan ayah kepada anak-anaknya sampai keturunan ketiga dan keempat.’”Bilangan 14:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.”Bilangan 14:18 · TB
Terjemahan Baru
“'Aku, TUHAN, tidak cepat marah. Aku menunjukkan kasih-Ku dan kesetiaan-Ku dengan berlimpah-limpah. Aku mengampuni orang yang berdosa dan yang melawan Aku. Biarpun begitu, kesalahan orang tua akan Kubalaskan kepada anak-anak dan cucu-cucunya, sampai keturunan yang ketiga dan keempat.'”Bilangan 14:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“‘Akulah TUHAN. Aku panjang sabar, berlimpah kasih sayang, dan setia. Aku mengampuni orang yang berdosa dan yang melawan Aku, tetapi Aku tidak membiarkan dosa tanpa hukuman. Dosa orang tua akan Aku perhitungkan kepada anak cucu mereka, sampai generasi yang ketiga dan keempat.’”Bilangan 14:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“The LORD is longsuffering, and of great mercy, forgiving iniquity and transgression, and by no means clearing the guilty, visiting the iniquity of the fathers upon the children unto the third and fourth generation.”Bilangan 14:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 14:18?
Musa mengutip pengakuan tentang sifat TUHAN: lambat marah, penuh kasih setia, mengampuni kesalahan, tetapi tidak membiarkan yang bersalah bebas dari hukuman, membalaskan kesalahan ayah kepada anak-anaknya. Ini menunjukkan bahwa TUHAN adil dan penuh kasih.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 14:18
Kita dapat bersyukur karena TUHAN lambat marah dan penuh kasih. Namun, kita juga harus ingat bahwa dosa memiliki konsekuensi. Biarlah pengenalan akan karakter TUHAN ini membuat kita hidup dalam hormat dan syukur, bukan sembrono dalam dosa.
Bapa, aku bersyukur karena Engkau lambat marah dan penuh kasih. Ajarlah aku untuk tidak menyalahgunakan kasih-Mu, tetapi hidup dalam hormat dan ketaatan kepada-Mu. Amin.