Yosua Cemburu

Bilangan 11:28

Musa dan 70 Tua-tua

Yosua, anak Nun, hamba Musa sejak masa mudanya, berkata kepada Musa, “Tuanku, Musa, hentikanlah mereka!”

Bilangan 11:28 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Bilangan 11:28?

Yosua, yang sejak muda menjadi pelayan Musa, meminta Musa untuk menghentikan Eldad dan Medad. Ia khawatir otoritas Musa terancam.

Latar belakang

Yosua khawatir akan otoritas Musa

Ketika Eldad dan Medad bernubuat tanpa berada di tenda pertemuan, Yosua merasa ini ancaman bagi kepemimpinan Musa. Ia meminta Musa untuk melarang mereka.

Di mana

Perkemahan Israel di padang gurun

Di perkemahan setelah roh turun atas 70 tua-tua

Kapan

~1440 SM

Perjalanan dari Mesir ke Kanaan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Sepuluh tulah Mesir
Masuk ke Kanaan
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yosua

Hamba Musa sejak muda, setia, protektif terhadap otoritas tuannya.

M

Kepada

Musa

Pemimpin Israel yang sudah lelah, tapi tetap rendah hati dan bijaksana.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

כְּלָא

kela · hentikanlah

menahan, mencegah

מְשָׁרֵת

meshartet · hamba

pelayan yang melayani

מִבְּחֻרָיו

mibbechurai · sejak masa mudanya

dari masa muda, dari awal

Yosua melihat pelayanan sebagai sesuatu yang eksklusif, tetapi Tuhan ingin membagikan roh-Nya secara luas, bukan hanya lewat satu orang.

Tahukah kamu

Eldad dan Medad

Tradisi Yahudi menyebut Eldad dan Medad sebagai tokoh yang kemudian menulis kitab nubuat yang hilang, meskipun tidak ada bukti sejarah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 11:28

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Bilangan 11:28

✕  Sering dikira

Yosua hanya iri karena Eldad dan Medad bernubuat tanpa izin.

✓  Yang sebenarnya

Yosua khawatir otoritas Musa terancam, bukan iri hati pribadi.

✕  Sering dikira

Musa marah kepada Yosua karena permintaannya.

✓  Yang sebenarnya

Musa justru merespons dengan bijak, tidak marah, dan menjelaskan kerinduannya agar semua umat bernubuat.

Renungan

Renungan Singkat Bilangan 11:28

Kecemburuan atau kekhawatiran akan kehilangan posisi bisa membuat kita membatasi karya Tuhan. Periksa hati kita: apakah kita lebih mementingkan posisi atau pekerjaan Tuhan?

Bapa, lepaskan kami dari rasa iri dan takut kehilangan, agar kami mendukung setiap pekerjaan-Mu. Amin.