Bilangan 11:20
“melainkan selama sebulan penuh, sampai itu keluar dari hidungmu dan membuatmu jijik. Karena kamu telah menolak TUHAN yang tinggal di antaramu dan meratap di hadapan-Nya dengan berkata, ‘Mengapa dahulu kita meninggalkan Mesir?’””Bilangan 11:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“tetapi genap sebulan lamanya, sampai keluar dari dalam hidungmu dan sampai kamu muak--karena kamu telah menolak TUHAN yang ada di tengah-tengah kamu dan menangis di hadapan-Nya dengan berkata: Untuk apakah kita keluar dari Mesir?"”Bilangan 11:20 · TB
Terjemahan Baru
“tetapi satu bulan penuh lamanya kamu memakannya, sampai kamu menjadi sakit dan muntah-muntah karenanya. Hal itu terjadi karena kamu telah menolak TUHAN yang ada di tengah-tengah kamu. Dan juga karena kamu telah menangis di hadapan-Nya dan mengeluh bahwa kamu telah meninggalkan tanah Mesir."”Bilangan 11:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“tetapi satu bulan penuh, sampai daging keluar dari hidung kalian dan sampai kalian mau muntah melihat daging! Karena kalian sudah berbalik melawan TUHAN yang ada bersama kalian dengan berkata, ‘Harusnya kita jangan keluar dari Mesir!’””Bilangan 11:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But even a whole month, until it come out at your nostrils, and it be loathsome unto you: because that ye have despised the LORD which is among you, and have wept before him, saying, Why came we forth out of Egypt?”Bilangan 11:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 11:20?
Ayat ini melanjutkan teguran Tuhan. Mereka akan makan daging sampai keluar dari hidung dan menjadi jijik, sebagai akibat dari menolak Tuhan yang ada di tengah-tengah mereka. Keluhan mereka sebenarnya adalah penolakan terhadap pemeliharaan Tuhan, dan mereka merindukan kehidupan di Mesir yang penuh perbudakan.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 11:20
Seringkali kita mengeluh tentang keadaan kita dan merindukan masa lalu yang terlihat lebih baik, padahal itu adalah masa lalu yang belum tentu baik. Keluhan bisa menjadi tanda bahwa kita tidak percaya pada rencana Tuhan saat ini. Mari belajar untuk melihat kebaikan Tuhan di setiap musim kehidupan.
Tuhan, ampunilah aku jika aku sering mengeluh dan merindukan masa lalu. Tumbuhkan dalam hatiku rasa syukur atas penyertaan-Mu hari ini. Amin.