Allah melepaskan tangan-Nya

Roma 1:24

Saat Allah menyerahkan manusia

Karena itu, Allah menyerahkan mereka dalam keinginan hati mereka kepada kecemaran sehingga mereka saling mencemari tubuh mereka.

Roma 1:24 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Roma 1:24?

Karena manusia memilih menyembah hal-hal lain, Allah membiarkan mereka hidup dalam keinginan najis dan saling mencemari tubuh. Ini adalah konsekuensi dari berpaling dari Allah.

Latar belakang

Hukuman yang membiarkan

Paulus memperkenalkan frasa kunci: Allah menyerahkan mereka. Ini hukuman yang menyeramkan — Allah membiarkan manusia menempuh jalan yang mereka pilih sendiri. Membiarkan keinginan cemar berjalan adalah bentuk murka yang halus tapi nyata.

Di mana

Korintus

Menggambarkan kemerosotan moral

Kapan

~57 M

Perjalanan misi ketiga

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Menyembah patung
Menukar kebenaran dengan dusta
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Paulus

Rasul yang menjelaskan hukuman yang berproses

S

Kepada

Seluruh umat manusia

Yang mengejar keinginan hati yang cemar

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

παρέδωκεν

paredōken · gave over

menyerahkan, melepaskan kendali

ἐπιθυμίαις

epithymiais · lusts

keinginan kuat, hawa nafsu

ἀκαθαρσίαν

akatharsian · impurity

kecemaran, ketidaksucian

Allah menyerahkan (paredōken) manusia kepada hawa nafsu (epithymiais) dan kecemaran (akatharsian) yang mereka pilih sendiri — itulah hukumannya.

Tahukah kamu

Tiga kali diserahkan

Frasa 'Allah menyerahkan mereka' muncul tiga kali di pasal ini (ayat 24, 26, 28). Pengulangan ini sengaja, menggambarkan kemerosotan yang makin dalam tahap demi tahap.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Roma 1:24

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Roma 1:24

✕  Sering dikira

"Allah memaksa manusia berbuat cemar."

✓  Yang sebenarnya

Ia justru membiarkan mereka menempuh jalan yang sudah mereka pilih.

✕  Sering dikira

"'Menyerahkan' berarti Allah menyerah kalah."

✓  Yang sebenarnya

Itu tindakan hukuman aktif: melepaskan kendali sebagai konsekuensi.

Renungan

Renungan Singkat Roma 1:24

Tuhan tidak pernah memaksa kita mengikuti Dia. Ketika kita memilih untuk menjauhi-Nya, kita harus menanggung akibatnya. Sadarilah bahwa kedekatan dengan Allah adalah perlindungan terbaik dari kehancuran diri.

Bapa, peganglah hidupku erat-erat supaya aku tidak tersesat dan mengalami kehancuran. Amin.