Siapa yang Berani Menghalangi Allah?
Ayub 9:12
Kuasa Allah yang Tak Terbantahkan
PerikopTidak Seorang pun Dapat Bertahan di Hadapan Allah · Ayub 9:1-35 →“Lihatlah, Dia mengambil; siapakah yang dapat menghalangi-Nya? Siapakah yang dapat berkata kepada-Nya, ‘Apa yang sedang Engkau lakukan?’”Ayub 9:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Apabila Ia merampas, siapa akan menghalangi-Nya? Siapa akan menegur-Nya: Apa yang Kaulakukan?”Ayub 9:12 · TB
Terjemahan Baru
“Jika Ia merampas, siapa berani melarang-Nya? atau berani bertanya pada-Nya, 'Hai, Kau sedang apa?'”Ayub 9:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Behold, he taketh away, who can hinder him? who will say unto him, What doest thou?”Ayub 9:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 9:12?
Ayub menyadari bahwa Allah dapat bertindak sesuka-Nya dan tidak ada yang bisa menghalangi atau meminta pertanggungjawaban-Nya. Ini menekankan kedaulatan Allah yang tak terbantahkan.
Latar belakang
Tangan Allah yang Tak Dapat Dihalangi
Ayub menegaskan bahwa jika Allah mengambil sesuatu, tidak ada yang bisa menghalangi-Nya atau meminta pertanggungjawaban. Ini menunjukkan kedaulatan Allah yang mutlak.
Di mana
tanah Us
di tempat abu, setelah penderitaan berat
Kapan
~2000 SM (kira-kira zaman para bapa leluhur)
Perjanjian Lama, masa para bapa leluhur
Yang berbicara
Ayub
orang saleh yang menderita, ~60 tahun
Kepada
Teman-teman Ayub
tiga sahabat yang datang menghibur
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָטַף
chataf · mengambil
merebut, mengambil dengan paksa
שׁוּב
shuv · menghalangi
kembali, memutar, mencegah
אָמַר
amar · berkata
berkata, mengatakan, memerintah
Kata 'mengambil' dan 'menghalangi' digunakan bersama untuk menunjukkan bahwa tindakan Allah tidak dapat dicegah atau diubah. Semua pertanyaan manusia tidak mampu menghentikan-Nya.
Tahukah kamu
Kata 'Menghalangi'
Kata Ibrani untuk 'menghalangi' berarti 'memutar kembali' atau 'mencegah', sering dipakai dalam konteks militer.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 9:12
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 9:12
✕ Sering dikira
Mengira Ayub sedang menuduh Allah sewenang-wenang.
✓ Yang sebenarnya
Ayub mengakui kedaulatan Allah, meskipun ia tidak mengerti mengapa ia menderita.
✕ Sering dikira
Mengira kita dapat memaksa Allah bertanggung jawab kepada kita.
✓ Yang sebenarnya
Ayub menunjukkan bahwa Allah tidak berada di bawah kontrol manusia.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 9:12
Menerima kedaulatan Allah berarti merendahkan diri dan mengakui bahwa kita bukan pusat alam semesta. Dalam ketaatan, kita belajar berserah dan percaya bahwa apa pun yang Allah izinkan pasti punya tujuan.
Tuhan, ajar aku untuk tunduk pada kehendak-Mu yang berdaulat. Amin.