Pertanyaan Retoris tentang Kefanaan
Ayub 4:17
Elifas Menuduh Ayub Berdosa
PerikopElifas Menegur Ayub · Ayub 4:1-21 →“‘Dapatkah manusia fana benar di hadapan Allah? Dapatkah manusia suci di hadapan Penciptanya?”Ayub 4:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mungkinkah seorang manusia benar di hadapan Allah, mungkinkah seseorang tahir di hadapan Penciptanya?”Ayub 4:17 · TB
Terjemahan Baru
“'Mungkinkah manusia tanpa salah di hadapan Allah? Mungkinkah ia tidak bercela di mata Penciptanya?”Ayub 4:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Shall mortal man be more just than God? shall a man be more pure than his maker?”Ayub 4:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 4:17?
Ayub 4:17 mengajukan pertanyaan retoris: mungkinkah manusia benar di hadapan Allah? Ini menekankan bahwa manusia tidak bisa dibenarkan di hadapan Allah dengan kemampuannya sendiri; kita semua butuh anugerah.
Latar belakang
Elifas mengajukan pertanyaan tentang kesucian manusia
Di dalam penglihatan, suara itu bertanya, 'Dapatkah manusia fana benar di hadapan Allah?' Pertanyaan retoris ini menyiratkan bahwa manusia tidak mungkin sempurna di hadapan Allah, sehingga Elifas memakainya untuk membuktikan bahwa Ayub tidak bisa mengaku tidak bersalah.
Di mana
Teman
Di padang pasir, dalam penglihatan malam
Kapan
~2000 SM
Periode Para Bapa
Yang berbicara
Elifas, orang Teman
sahabat Ayub, bijaksana namun kaku
Kepada
Ayub
orang saleh yang menderita berat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
צָדַק
tsadaq · benar
menjadi benar atau adil
אֱנוֹשׁ
enosh · fana
manusia yang lemah, fana
אֵל
El · Allah
Allah yang perkasa
Pertanyaan ini menekankan jurang yang besar antara Allah yang kudus dan manusia yang lemah, tetapi Elifas menggunakannya untuk menghakimi, bukan untuk menghibur.
Tahukah kamu
Manusia fana dalam bahasa Ibrani
Kata 'manusia fana' di sini menggunakan kata 'enosh', yang menekankan kelemahan dan kefanaan, berbeda dengan kata 'adam' yang lebih umum.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 4:17
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 4:17
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan bahwa tidak ada manusia yang benar sama sekali, jadi mustahil untuk diselamatkan.
✓ Yang sebenarnya
Dalam Ayub, konteksnya adalah kesempurnaan mutlak, tetapi Allah tetap menganggap Ayub benar (Ayub 1:8) karena iman.
✕ Sering dikira
Pertanyaan ini hanyalah retoris dan tidak penting.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah kunci argumen Elifas yang keliru tentang penderitaan, dan menjadi dasar bagi pemahaman yang lebih dalam tentang kasih karunia.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 4:17
Jangan terlalu mengandalkan kebaikan atau integritas kita sendiri. Sadari bahwa tanpa kasih karunia Allah, kita tidak bisa berdiri benar. Berpeganglah pada Kristus sebagai dasar pembenaran kita.
Allah yang kudus, ampunilah kesombonganku dan ajarilah aku untuk rendah hati, hanya percaya pada kemurahan-Mu untuk membuatku benar di hadapan-Mu. Amin.