Metafora Singa yang Hancur

Ayub 4:10

Nasihat Elifas kepada Ayub

PerikopElifas Menegur Ayub · Ayub 4:1-21 →
“Suara singa yang mengaum, suara yang menakutkan, tetapi gigi singa-singa muda dipatahkan.”

Ayub 4:10 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 4:10?

Ayub 4:10 memakai metafora singa yang mengaum untuk melambangkan orang yang berkuasa dan jahat. Meski menakutkan, gigi dan kekuatan mereka akan dipatahkan oleh Allah.

Latar belakang

Elifas menggunakan singa sebagai perumpamaan

Elifas melukiskan bahwa singa yang kuat pun dapat binasa. Ini untuk mengingatkan Ayub bahwa orang jahat yang tampak kuat pada akhirnya akan dihancurkan.

Di mana

Teman

Di tempat berkabung di luar rumah Ayub

Kapan

~1900 SM

Zaman para leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan segala sesuatu
Pembicaraan Ayub dan sahabatnya
Kamu di sini
E

Yang berbicara

Elifas, orang Teman

sahabat Ayub, orang tua yang bijak

A

Kepada

Ayub

orang saleh yang menderita, sedang berduka

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שַׁחַל

shachal · singa

singa jantan yang kuat

שָׁאַג

sha'ag · mengaum

mengaum dengan keras

שָׁבַר

shavar · dipatahkan

dihancurkan, dipatahkan

Ketiga kata ini menunjukkan kekuatan gemuruh singa, tetapi Tuhan dapat mematahkannya. Ini mengajarkan bahwa kuasa manusia/tirani tidak bertahan di hadapan Allah.

Tahukah kamu

Singa dalam Alkitab

Singa sering melambangkan kekuatan dan keganasan, tetapi juga bisa menjadi simbol bangsa atau raja yang ditaklukkan Allah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 4:10

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 4:10

✕  Sering dikira

Ayat ini mengajarkan bahwa orang benar juga bisa binasa seperti singa.

✓  Yang sebenarnya

Konteksnya menekankan bahwa orang jahat yang seperti singa akan dihancurkan; orang benar tidak.

✕  Sering dikira

Elifas sedang meramal nasib Ayub seperti singa.

✓  Yang sebenarnya

Metafora ini adalah kiasan umum untuk orang fasik, bukan khusus Ayub.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 4:10

Orang yang tampak kuat dan mengancam bukanlah lawan yang sepadan bagi Allah. Saat menghadapi intimidasi, kita bisa berlindung pada kuasa Allah yang lebih besar.

Tuhan, jangan biarkan aku takut pada mereka yang kuat dan jahat; ingatkan aku bahwa Engkau mematahkan kekuatan mereka. Amin.