Binasa oleh Napas Allah

Ayub 4:9

Elifas Menuduh Ayub Berdosa

Oleh napas Allah, mereka binasa, dan oleh semburan kemarahan-Nya, mereka dihabisi.

Ayub 4:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 4:9?

Ayub 4:9 menggambarkan bahwa mereka yang berbuat jahat akan dihancurkan oleh 'napas Allah' dan 'semburan kemarahan-Nya'. Ini menekankan kuasa Allah yang dahsyat dalam menghakimi kejahatan.

Latar belakang

Elifas Menggambarkan Murka Allah

Elifas menegaskan bahwa orang jahat binasa oleh napas Allah, seperti dalam kisah air bah atau Sodom. Ini memperkuat keyakinannya bahwa penderitaan Ayub adalah hukuman ilahi.

Di mana

Teman

Di luar rumah, di antara abu, setelah diam tujuh hari

Kapan

~2000 SM

Zaman para Bapa

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan anak dan harta
Ayub menderita penyakit kulit
Kamu di sini
E

Yang berbicara

Elifas

Teman Ayub, orang Teman, bijak namun kaku

A

Kepada

Ayub

Orang saleh yang menderita berat, kehilangan segalanya

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָבַד

avad · binasa

hilang, binasa, atau dihancurkan

רוּחַ

ruakh · napas

angin, roh, atau napas

אַף

af · kemarahan

hidung, kemarahan, atau murka

Penggunaan 'napas' dan 'hidung' menunjukkan murka Allah yang membara, tetapi Elifas salah menerapkannya pada Ayub yang tidak bersalah.

Tahukah kamu

Napas Allah dalam Alkitab

Napas Allah sering melambangkan kuasa-Nya yang mencipta dan menghancurkan, seperti dalam Mazmur 33:6 yang berbicara tentang firman dan napas.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 4:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 4:9

✕  Sering dikira

Menganggap setiap kematian mendadak adalah murka Allah, bahkan untuk orang benar.

✓  Yang sebenarnya

Ayub menunjukkan bahwa orang benar juga bisa mati dalam penderitaan tanpa dosa.

✕  Sering dikira

Mengira 'napas Allah' adalah roh jahat atau makhluk spiritual.

✓  Yang sebenarnya

Istilah ini adalah gambaran kuasa Allah, bukan makhluk.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 4:9

Allah itu adil dan tidak tinggal diam terhadap kejahatan. Kita bisa merasa tenang karena pada akhirnya keadilan-Nya akan ditegakkan, meski mungkin tidak langsung terlihat.

Bapa, ajarilah aku untuk hidup dalam ketaatan, dan ingatkan aku bahwa Engkau adalah hakim yang adil. Amin.