Luka yang Tak Tersembuhkan

Ayub 34:6

Elihu Menegur Ayub

Haruskah aku berbohong tentang keadilanku? Lukaku tidak tersembuhkan meski tidak ada pelanggaran padaku.’

Ayub 34:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 34:6?

Ayub melanjutkan keluhannya: dia berkata bahwa dia tidak akan berbohong tentang keadilannya, dan lukanya (penderitaannya) tidak tersembuhkan meskipun dia tidak melanggar. Ini menegaskan bahwa Ayub merasa tidak bersalah dan menderita tanpa alasan yang jelas.

Latar belakang

Kesakitan yang Tak Kunjung Sembuh

Elihu melanjutkan kutipan keluhan Ayub: Ayub merasa luka batinnya tidak tersembuhkan, sementara ia tidak berdosa. Ini menggambarkan keputusasaan total Ayub.

Di mana

Tanah Uz

Lokasi tidak jelas, mungkin di dekat reruntuhan rumah Ayub

Kapan

~2000 SM

Zaman para bapa bangsa

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub menderita berat
Ayub merendahkan diri
Kamu di sini
E

Yang berbicara

Elihu

Pemuda berhikmat, ikut berdiskusi, sedikit naif

O

Kepada

Orang-orang berhikmat

Mungkin Ayub dan ketiga sahabatnya

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

כָּזַב

kazav · berbohong

berbohong, menipu, menolak kebenaran

חֵץ

chets · luka

panah, luka, penyakit

פֶּשַׁע

pesha · pelanggaran

pemberontakan, transgresi

Ayub memilih untuk 'kazav' (berbohong) tentang statusnya, sementara 'chets' (luka) dan 'pesha' (pelanggaran) tidak ada hubungannya — ia merasa diserang tanpa penyebab.

Tahukah kamu

Istilah Medis

Kata 'luka' di sini bisa merujuk pada penyakit kulit Ayub, yang disebut 'bisul jahat' di pasal 2.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 34:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 34:6

✕  Sering dikira

Ayub mengaku dirinya sempurna tanpa dosa.

✓  Yang sebenarnya

Ayub menegaskan tidak ada pelanggaran yang setimpal dengan penderitaannya.

✕  Sering dikira

Luka Ayub hanya fisik.

✓  Yang sebenarnya

Luka bisa mencakup emosional dan spiritual, karena ia merasa ditinggalkan Allah.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 34:6

Kita mungkin mengalami penderitaan yang tidak kita mengerti. Namun, jangan takut untuk mengakui kepedihan kita kepada Tuhan. Dia sanggup menanggung keluhan kita. Tetaplah berpegang pada integritas, walau sulit.

Ya Allah, saat aku terluka dan tidak mengerti, berikan aku kekuatan untuk tetap jujur dan berpegang pada kebenaran. Amin.