Ayub mengaku tak pernah abaikan orang miskin

Ayub 31:19

Pembelaan Terakhir Ayub: Integritas di Hadapan Allah

jika aku pernah melihat orang binasa karena kekurangan pakaian, atau orang miskin tanpa selimut,

Ayub 31:19 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 31:19?

Ayub menyatakan kepeduliannya terhadap orang miskin dan yang membutuhkan. Ia tidak pernah menolak memberi pakaian kepada mereka yang telanjang atau membiarkan orang miskin kedinginan tanpa selimut.

Latar belakang

Ayub ingat belas kasihnya

Ayub menyatakan bahwa ia tidak pernah membiarkan orang miskin mati kedinginan. Ia bahkan menyediakan pakaian dari bulu dombanya untuk menghangatkan mereka.

Di mana

Tanah Uz

di depan rumah Ayub, setelah percakapan panjang

Kapan

~2000 SM

Zaman para Bapa

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Sengsara Ayub mulai
Ayub dipulihkan
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang saleh yang kehilangan segalanya, ~60 tahun

T

Kepada

Teman-teman Ayub

tiga sahabat yang menuduhnya berdosa

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָבַד

'avad · binasa

binasa, mati, hilang

מַחְסוֹר

machsor · kekurangan

kekurangan, kemiskinan

כְּסוּת

kesut · selimut

pakaian, penutup, selimut

Ayub melihat kebutuhan fisik orang miskin sebagai tanggung jawabnya. Ia tidak hanya melihat, tetapi bertindak.

Tahukah kamu

Pakaian hangat adalah tanda kemakmuran

Pada zaman kuno, wol domba adalah komoditas berharga. Memberikannya kepada orang miskin adalah tindakan kemurahan yang luar biasa.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 31:19

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 31:19

✕  Sering dikira

Ayub sombong karena menyebut perbuatannya sendiri

✓  Yang sebenarnya

Ayub sedang mempertahankan integritasnya di hadapan tuduhan palsu.

✕  Sering dikira

Ini menunjukkan keselamatan oleh perbuatan baik

✓  Yang sebenarnya

Ayub menekankan buah kasih yang lahir dari iman, bukan dasar keselamatan.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 31:19

Ayub menunjukkan bahwa iman sejati terlihat dalam kepedulian konkret pada kebutuhan fisik sesama. Kita bisa meneladani dengan memperhatikan orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan pakaian layak atau bantuan lain.

Tuhan, mampukan aku untuk peka terhadap kebutuhan orang lain dan bermurah hati seperti Ayub. Amin.