Perintah Membantu Orang Miskin
Ulangan 15:7
Tahun Pembebasan dan Perintah tentang Orang Miskin
“Jika di antara kamu ada orang miskin, yaitu salah seorang saudaramu yang tinggal di kota mana pun di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, jangan keraskan hatimu dan jangan tutup tanganmu terhadap saudaramu yang miskin itu.”Ulangan 15:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jika sekiranya ada di antaramu seorang miskin, salah seorang saudaramu di dalam salah satu tempatmu, di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau menegarkan hati ataupun menggenggam tangan terhadap saudaramu yang miskin itu,”Ulangan 15:7 · TB
Terjemahan Baru
“Apabila kamu nanti sudah berdiam di negeri yang diberikan TUHAN Allahmu kepadamu, lalu di salah satu kotamu terdapat orang sebangsamu yang berkekurangan, janganlah mementingkan dirimu sendiri dan menolak untuk membantu dia.”Ulangan 15:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Nanti, sesudah kamu semua tinggal di negeri pemberian TUHAN, lalu di kotamu ada sesama orang Israel yang miskin, janganlah mengeraskan hati dan bersikap pelit terhadap dia.”Ulangan 15:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“If there be among you a poor man of one of thy brethren within any of thy gates in thy land which the LORD thy God giveth thee, thou shalt not harden thine heart, nor shut thine hand from thy poor brother:”Ulangan 15:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 15:7?
Ayat ini mengajarkan bahwa orang miskin di antara kita harus diperlakukan dengan kasih. Kita tidak boleh mengeraskan hati atau menutup tangan terhadap mereka. Ini adalah panggilan untuk bersikap murah hati dan peduli terhadap sesama yang membutuhkan, karena berkat Tuhan ada di negeri itu.
Latar belakang
Larangan Menutup Hati
Musa mengingatkan bangsa Israel bahwa akan selalu ada orang miskin di antara mereka. Ia memerintahkan agar mereka tidak mengeraskan hati atau menutup tangan terhadap saudara yang membutuhkan.
Di mana
Dataran Moab
Di seberang Sungai Yordan, sebelum masuk Tanah Perjanjian
Kapan
~1400 SM
Sebelum memasuki Kanaan
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun, penyampai hukum Allah
Kepada
Orang Israel
Umat pilihan Allah, sedang bersiap masuk Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֶבְיוֹן
evyon · miskin
orang yang membutuhkan, yang bergantung pada belas kasihan orang lain
אָמַץ
amats · keraskan
menguatkan, menjadi keras hati, menolak belas kasihan
יָד
yad · tanganmu
tangan, simbol kekuatan dan tindakan memberi
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa kemiskinan adalah kondisi nyata yang membutuhkan respons aktif. Mengeraskan hati dan menutup tangan adalah tindakan yang dilarang, sebaliknya harus membuka hati dan tangan.
Tahukah kamu
Bukan Sekadar Nasihat
Perintah ini bukan sekadar saran, melainkan hukum yang mengikat, dan pelanggarannya dianggap dosa yang didengar TUHAN.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 15:7
Amsal 14:31
Menghormati Allah
“Siapa menindas orang miskin, menghina Penciptanya; siapa mengasihani orang miskin, memuliakan Dia.”
1 Yohanes 3:17
Hati yang tertutup
“Jika seorang mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya kekurangan, tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?”
Ulangan 15:11
Perintah serupa
“Orang miskin akan selalu ada di negerimu; oleh sebab itu aku memerintahkan kepadamu: hendaklah engkau membuka tanganmu bagi saudaramu, yaitu orang-orang yang miskin dan membutuhkan di negerimu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 15:7
✕ Sering dikira
Anggapan bahwa orang miskin adalah akibat kutukan Allah.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini justru mengajarkan bahwa kemiskinan adalah realitas yang harus ditanggapi dengan kemurahan hati.
✕ Sering dikira
Menganggap perintah ini hanya berlaku untuk orang Israel asli, bukan orang asing.
✓ Yang sebenarnya
Konteksnya adalah 'saudaramu' yang berarti sesama Israel, tetapi prinsipnya meluas pada semua orang yang membutuhkan.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 15:7
Periksa hatimu hari ini: adakah orang di sekitarmu yang sedang kesulitan? Jangan menutup mata, tapi bukalah tangan dan hatimu untuk menolong mereka. Berkat Tuhan nyata ketika kita peduli pada sesama.
Tuhan, lembutkan hatiku agar peka dan murah hati terhadap mereka yang kekurangan, Amin.