Bagian Orang Fasik

Ayub 27:13

Ayub Menegaskan Integritasnya

Ini adalah bagian orang fasik dengan Tuhan, milik pusaka yang diterima penindas dari Yang Mahakuasa.

Ayub 27:13 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 27:13?

Ayub menegaskan bahwa orang fasik, termasuk penindas, akan menerima hukuman dari Allah. Bagian atau warisan mereka adalah kebinasaan, bukan berkat, sesuai dengan keadilan ilahi.

Latar belakang

Peringatan tentang Nasib Orang Fasik

Ayub menegaskan bahwa meskipun ia menderita, ia tidak akan melepaskan integritasnya. Ia kemudian menjelaskan bahwa bagian orang fasik dari Tuhan adalah hukuman, bukan berkat, dan bahwa mereka yang menindas akan menerima milik pusaka yang mengerikan.

Di mana

Tanah Us

Di tempat perkemahan di luar kota

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Bapa

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub mengalami penderitaan berat
Ayub menegaskan integritasnya
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

Orang saleh yang menderita, ~60 tahun

Z

Kepada

Zofar dan sahabat-sahabatnya

Teman-teman yang menuduh Ayub

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חֵלֶק

cheleq · bagian

bagian, porsi, warisan

רָשָׁע

rasha · orang fasik

orang yang bersalah, jahat, tidak benar

אֵל

El · Tuhan

Allah yang kuat, nama umum untuk Allah

Ketiga kata ini menunjukkan bahwa 'bagian' orang fasik adalah sesuatu yang ditentukan oleh Allah sendiri, bukan sekadar akibat alami. Ini menekankan keadilan ilahi yang pasti.

Tahukah kamu

Frasa 'bagian' dalam bahasa Ibrani

Kata 'bagian' (chelq) dalam bahasa Ibrani sering merujuk pada bagian warisan atau porsi yang ditentukan, seperti bagian imam dalam korban.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 27:13

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 27:13

✕  Sering dikira

Ayub berbicara tentang dirinya sendiri sebagai orang fasik.

✓  Yang sebenarnya

Ayub berbicara tentang orang-orang fasik secara umum, bukan dirinya.

✕  Sering dikira

Ayub mengutuk musuh-musuhnya secara pribadi.

✓  Yang sebenarnya

Ayub menggambarkan nasib semua orang fasik, bukan sekadar musuh pribadinya.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 27:13

Hidup jujur mungkin tidak langsung terlihat menguntungkan, tapi akhirnya Tuhan memihak pada kebenaran. Berhati-hatilah agar tidak iri pada kesuksesan orang yang curang, karena ada konsekuensi yang menanti.

Tuhan, ajarku hidup benar dan tidak iri pada yang fasik, karena aku percaya keadilan-Mu pasti nyata. Amin.