Pertanyaan Retoris Elifas
Ayub 22:2
Elifas Menuduh Ayub Berdosa
PerikopElifas Menasihati Ayub untuk Bertobat · Ayub 22:1-30 →““Dapatkah manusia menguntungkan Allah? Tentu, orang yang bijaksana menguntungkan bagi dirinya sendiri?”Ayub 22:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Apakah manusia berguna bagi Allah? Tidak, orang yang berakal budi hanya berguna bagi dirinya sendiri.”Ayub 22:2 · TB
Terjemahan Baru
“(22:1)”Ayub 22:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Can a man be profitable unto God, as he that is wise may be profitable unto himself?”Ayub 22:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 22:2?
Elifas bertanya retoris, apakah manusia bisa menguntungkan Allah? Jawabannya: tidak. Allah tidak membutuhkan apa pun dari manusia. Kebaikan kita tidak menambah atau mengurangi kuasa Allah. Pertanyaan ini menyiratkan bahwa Ayub tidak punya alasan untuk menyombongkan diri di hadapan Allah.
Latar belakang
Elifas mempertanyakan manfaat kesalehan Ayub
Elifas berargumentasi bahwa Allah tidak diuntungkan oleh kesalehan manusia. Ia menyiratkan bahwa Ayub tidak benar-benar takut akan Allah, melainkan hanya mencari keuntungan pribadi.
Di mana
Tanah Uz
Di tempat abu, di luar perkampungan
Kapan
~2000 SM (zaman para bapa)
Periode para patriark
Yang berbicara
Elifas, orang Teman
Sahabat Ayub, lebih tua, merasa bijak
Kepada
Ayub
Orang saleh yang menderita, sedang dalam keputusasaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יִסְכָּן
yiskan · menguntungkan
Memberi faedah atau nilai kepada seseorang; di sini bermakna 'bermanfaat bagi Allah'.
גֶּבֶר
gever · manusia
Pria kuat, sering menunjukkan manusia dalam kelemahan.
מַשְׂכִּיל
maskil · bijaksana
Orang yang berakal budi atau bijak.
Elifas menggunakan kata 'gever' untuk merendahkan Ayub, bahwa manusia hanyalah makhluk lemah yang tak bisa menambah apa pun bagi Allah.
Tahukah kamu
Kata 'menguntungkan' jarang dipakai
Kata ini hanya muncul beberapa kali dalam Perjanjian Lama, dan di sini dipakai untuk menekankan keegoisan manusia.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 22:2
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 22:2
✕ Sering dikira
Mengira Allah tidak peduli pada perbuatan baik
✓ Yang sebenarnya
Allah tidak membutuhkan kebaikan kita, tetapi Ia menghargai dan menginginkannya
✕ Sering dikira
Menganggap kesalehan sia-sia
✓ Yang sebenarnya
Tujuan kesalehan bukan untuk menguntungkan Allah, tetapi untuk hubungan dengan-Nya
Renungan
Renungan Singkat Ayub 22:2
Kita sering berpikir bahwa pelayanan atau perbuatan baik kita membuat Allah berutang kepada kita. Namun, Allah itu maha cukup; kita melayani karena kasih, bukan untuk mendapatkan pujian. Biarlah motivasi kita murni.
Ya Allah, murnikan hatiku agar aku melayani-Mu dengan tulus, bukan untuk mencari keuntungan bagi diriku sendiri. Amin.