Siapa yang pernah memberi kepada Tuhan?
Roma 11:35
Ketidakmampuan Manusia Memberikan kepada Tuhan
““Atau, siapakah yang pernah memberi hadiah kepada-Nya, sehingga Ia harus membalasnya kembali?””Roma 11:35 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?”Roma 11:35 · TB
Terjemahan Baru
“Siapakah pernah memberi sesuatu kepada Tuhan sehingga bisa menuntut balasan-Nya?"”Roma 11:35 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Siapa yang pernah meminjamkan sesuatu kepada Allahsehingga Dia wajib membayarnya?””Roma 11:35 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Or who hath first given to him, and it shall be recompensed unto him again?”Roma 11:35 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Roma 11:35?
Ayat ini mengingatkan bahwa tidak ada yang bisa memberi kepada Allah sehingga Ia berhutang; semua yang kita miliki berasal dari Dia. Dengan demikian, Allah tidak bergantung pada siapa pun, tetapi segala sesuatu adalah dari, oleh, dan untuk Dia.
Latar belakang
Segala Sesuatu Milik Tuhan, Tidak Ada Yang Bisa Dipinjamkan
Paulus melanjutkan dengan pertanyaan retoris lain yang mengutip kitab Ayub: 'Atau siapa yang pernah memberi hadiah kepada-Nya, sehingga Ia harus membalasnya kembali?' Ini adalah pertanyaan yang menunjukkan hubungan asimetris antara Tuhan dan manusia. Manusia tidak bisa memberi apa-apa kepada Tuhan yang tidak sudah dimiliki Tuhan. Jika kamu memberi kepada Tuhan, kamu memberi sesuatu yang sudah dipunyai Tuhan. Jadi Tuhan tidak pernah berutang kepada siapa pun. Ini menunjukkan bahwa semua inisiatif dalam keselamatan adalah dari Tuhan. Anugerah kepada Gentil — bukan karena mereka memberi sesuatu kepada Tuhan. Keselamatan Israel — bukan karena mereka akan memberi sesuatu kepada Tuhan. Semua adalah inisiatif Tuhan, semua adalah anugerah, semua adalah tanpa hutang dari pihak Tuhan. Pertanyaan ini adalah cara Paulus mengatakan bahwa keselamatan universal tidak bergantung pada kelayakan manusia tetapi pada kemurahan Tuhan.
Di mana
Korintus
Paulus melanjutkan dengan kutipan tentang ketidakmampuan manusia
Kapan
~57 M
Pertanyaan final dalam doxology
Yang berbicara
Paulus (mengutip Kitab Ayub)
Rasul yang mengutip kebenaran kuno tentang hubungan manusia dan Tuhan
Kepada
Jemaat Roma
Komunitas yang perlu mengerti relasi asimetris mereka dengan Tuhan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
δίδωμι
didōmi · given
memberi, menyerahkan dengan tujuan memberi manfaat
ἀνταποδίδωμι
antapodidōmi · repay
membalas, memberikan balasan sebagai hutang
δόμα
doma · gift
hadiah, pemberian, sesuatu yang diberikan
Tidak ada hadiah (doma) yang manusia bisa berikan kepada Tuhan sehingga Tuhan harus membalas (antapodidōmi) — semua balasan adalah anugerah, bukan pembayaran hutang.
Tahukah kamu
Ketergantungan Total Manusia pada Tuhan
Pertanyaan ini awalnya dari Ayub, seorang pria yang menderita tetapi tetap taat kepada Tuhan — Ayub memahami bahwa tidak ada yang bisa diberikan kepada Tuhan yang membuat Tuhan berutang.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Roma 11:35
Ayub 41:11
kutipan dari Ayub
“Siapa yang memberi hadiah kepada-Ku sehingga Aku harus membalasnya? Segala yang di bawah langit adalah milik-Ku.”
Mazmur 50:11-12
kemandirian Tuhan dari manusia
“Aku mengetahui semua burung — tidak ada yang kubutuhkan dari kamu.”
Kisah 17:24-25
kemandirian Tuhan
“Dia tidak dilayani dengan tangan-tangan manusia, karena Dia memberi kehidupan kepada semua orang.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Roma 11:35
✕ Sering dikira
"Tuhan tidak membutuhkan apa pun berarti Tuhan tidak peduli pada manusia."
✓ Yang sebenarnya
Tuhan tidak membutuhkan apa pun dari manusia, tetapi Tuhan mengasihi manusia dan memberikan kehidupan — Tuhan memberi, bukan menerima.
✕ Sering dikira
"Pertanyaan tentang memberi berarti penyembahan dan pelayanan tidak penting."
✓ Yang sebenarnya
Penyembahan dan pelayanan penting karena kami mengasihi Tuhan, bukan karena Tuhan membutuhkan — perbedaan motivasi yang mendalam.
Renungan
Renungan Singkat Roma 11:35
Kita tidak bisa membeli kasih karunia Allah dengan perbuatan baik. Ini membebaskan kita dari legalisme dan mendorong respons syukur atas anugerah-Nya.
Bapa, terima kasih karena aku tidak perlu membeli kasih-Mu; semua adalah pemberian-Mu. Tolong aku hidup dalam syukur. Amin.