Allah Tidak Diuntungkan

Ayub 22:3

Elifas Menuduh Ayub Berdosa

PerikopElifas Menasihati Ayub untuk Bertobat · Ayub 22:1-30 →
“Apakah menjadi kesenangan bagi Yang Mahakuasa jika kamu ada di sisi yang benar? Apakah ada keuntungan bagi-Nya jika kamu membuat jalan-jalanmu tidak bercela?”

Ayub 22:3 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 22:3?

Elifas melanjutkan, apakah Allah senang jika kita benar? Tentu saja, tetapi bukan karena Allah diuntungkan. Allah senang melihat anak-anak-Nya hidup benar. Namun, Elifas mengesankan bahwa kesalehan Ayub hanya untuk mencari muka di hadapan Allah, bukan karena kasih.

Latar belakang

Elifas mengecilkan kesalehan Ayub

Elifas melanjutkan argumennya bahwa Allah tidak senang dengan kebenaran manusia, karena tidak ada keuntungan bagi-Nya. Ini adalah tuduhan tidak langsung bahwa Ayub sombong dengan kesalehannya.

Di mana

Tanah Uz

Di tempat abu, di luar perkampungan

Kapan

~2000 SM (zaman para bapa)

Periode para patriark

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kemalangan Ayub
Tuduhan Elifas
Kamu di sini
E

Yang berbicara

Elifas, orang Teman

Sahabat Ayub, lebih tua, merasa bijak

A

Kepada

Ayub

Orang saleh yang menderita, sedang dalam keputusasaan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חֵפֶץ

chephets · kesenangan

Keinginan, kesukaan, atau kepentingan; di sini menanyakan apakah Allah mendapat kesukaan dari kebaikan Ayub.

שַׁדַּי

Shaddai · Yang Mahakuasa

Nama Allah yang menekankan kuasa-Nya yang mahadahsyat.

צָדַק

tsadaq · benar

Menjadi benar atau adil; sering berarti dianggap benar di mata Allah.

Elifas menggunakan nama 'Shaddai' untuk mengingatkan Ayub bahwa Allah Mahakuasa, tetapi ia salah menyimpulkan bahwa Allah tidak peduli pada kebenaran manusia.

Tahukah kamu

Kata 'kesenangan' juga berarti 'kepentingan'

Kata Ibrani 'chephets' dapat berarti kesenangan atau kepentingan, sehingga Elifas menuduh Ayub berpikir Allah butuh kepentingan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 22:3

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 22:3

✕  Sering dikira

Mengira Allah tidak senang saat kita benar

✓  Yang sebenarnya

Allah senang pada kebenaran, tetapi kesenangan-Nya bukan karena 'untung'

✕  Sering dikira

Menganggap kesalehan tidak penting

✓  Yang sebenarnya

Kesalehan penting untuk relasi, bukan untuk membuat Allah berhutang

Renungan

Renungan Singkat Ayub 22:3

Perbuatan baik kita seharusnya lahir dari hubungan yang intim dengan Allah, bukan sekadar formalitas atau mencari pujian. Mari introspeksi: mengapa kita melakukan kebaikan? Apakah demi Allah atau demi diri sendiri?

Bapa, ubah motivasiku agar setiap perbuatan baikku berasal dari kasih kepada-Mu dan sesama. Amin.