Pembalasan yang adil

Ayub 21:19

Ayub menantang kebijaksanaan sahabat

Kamu berkata, ‘Allah menyimpan kejahatan mereka untuk anak-anaknya.’ Biarkan Dia membalas mereka supaya mereka mengetahuinya!

Ayub 21:19 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 21:19?

Ayub menantang pemikiran bahwa Allah menghukum anak-anak orang fasik. Dia menegaskan bahwa jika orang fasik memang bersalah, biarlah mereka sendiri yang merasakan akibatnya, bukan anak-anak mereka.

Latar belakang

Ayub mengutip kepercayaan sahabat

Sahabat berpendapat bahwa anak-anak orang fasik akan menanggung hukuman. Ayub menolak ide ini, menuntut agar orang fasik sendiri merasakan akibatnya.

Di mana

tanah Uz

di tempat abu, di luar perkampungan

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Bapa

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan segalanya
Tuhan menjawab Ayub
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

tokoh saleh yang menderita berat, ~60 tahun

Z

Kepada

Zofar, Bildad, Elifas

tiga sahabat yang meyakini penderitaan sebagai hukuman

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָוֶן

aven · kejahatan mereka

kesia-siaan, kejahatan, atau ketidakadilan

בָּנִים

banim · anak-anaknya

anak laki-laki atau keturunan

הֵמָּה

hemmah · mereka

mereka (orang-orang fasik itu sendiri)

Ayub menekankan bahwa hukuman yang ditunda kepada anak-anak tidak menjawab keadilan; pelaku sendiri harus menyadari kesalahannya.

Tahukah kamu

Ayub menginginkan keadilan langsung

Ayub tidak hanya membantah teologi sahabat, tetapi juga mengungkapkan kerinduannya agar keadilan Allah terlihat nyata, bukan ditunda.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 21:19

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 21:19

✕  Sering dikira

Dianggap bahwa Ayub setuju anak-anak dihukum

✓  Yang sebenarnya

Ayub justru mengutip pendapat sahabat untuk membantahnya

✕  Sering dikira

Ayub menginginkan balas dendam

✓  Yang sebenarnya

Ayub menginginkan keadilan yang benar, bukan pembalasan pribadi

Renungan

Renungan Singkat Ayub 21:19

Jangan berharap keadilan Allah hanya menimpa keturunan orang yang bersalah. Biarkan Allah yang menentukan cara dan waktu pembalasan-Nya, dan fokuslah pada hubunganmu sendiri dengan-Nya.

Ya Tuhan, ajar aku untuk tidak menghakimi orang lain, dan percaya bahwa keadilan-Mu sempurna, baik bagi mereka maupun bagi aku. Amin.