Ayub Membandingkan Orang Fasik dengan Sekam
Ayub 21:18
Ayub Menjawab: Nasib Orang Fasik
“Mereka seperti jerami yang ditiup angin, seperti sekam yang disapu angin badai.”Ayub 21:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mereka menjadi seperti jerami di depan angin, seperti sekam yang diterbangkan badai.”Ayub 21:18 · TB
Terjemahan Baru
“Pernahkah mereka seperti jerami dan debu yang ditiup oleh badai dan oleh angin lalu?”Ayub 21:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“They are as stubble before the wind, and as chaff that the storm carrieth away.”Ayub 21:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 21:18?
Ayub menggambarkan orang fasik seperti jerami dan sekam yang mudah diterbangkan angin. Meskipun tampak kuat, mereka tidak memiliki akar dan akan berakhir dengan sia-sia, terpisah dari Allah.
Latar belakang
Metafora jerami dan sekam
Ayub menggunakan gambaran jerami dan sekam yang tertiup angin untuk menggambarkan bahwa orang fasik mudah binasa, tetapi kenyataannya mereka sering tidak demikian.
Di mana
tanah Uz
di tempat pembuangan abu, di luar kota
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Ayub
orang saleh yang menderita, ~60 tahun
Kepada
Zofar, Bildad, dan Elifas
tiga sahabat Ayub yang menghakimi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תֶּבֶן
teven · jerami
jerami, batang gandum
רוּחַ
ruach · angin
angin, nafas, roh
מֹץ
mots · sekam
sekam, kulit biji
Orang fasik seperti jerami dan sekam yang seharusnya mudah diterbangkan, tetapi Ayub menyiratkan bahwa itu tidak selalu terjadi.
Tahukah kamu
Sekam dalam pertanian
Sekam adalah kulit padi yang terpisah saat menampi, sangat ringan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 21:18
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 21:18
✕ Sering dikira
Ayub percaya orang fasik selalu dihukum seperti sekam.
✓ Yang sebenarnya
Dia memakai metafora untuk menantang kepercayaan itu.
✕ Sering dikira
Jerami dan sekam identik.
✓ Yang sebenarnya
Keduanya sampah pertanian, tapi berbeda: jerami batang, sekam kulit.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 21:18
Kehidupan yang jauhi dari Tuhan itu rapuh, meskipun tampak makmur di mata. Mari kita bangun hidup kita di atas dasar yang kokoh, yaitu Tuhan sendiri, supaya tidak mudah goyah oleh badai kehidupan.
Ya Tuhan, jadikan hidupku kokoh dalam Engkau, bukan seperti sekam yang ditiup angin, tetapi berakar dalam kebenaran-Mu. Amin.