Ayub Menantang Nasib Orang Fasik

Ayub 21:17

Ayub Menjawab: Nasib Orang Fasik

Berapa sering lampu orang fasik dipadamkan? Berapa sering malapetaka datang atas mereka? Berapa sering Allah mendatangkan kesusahan dalam kemarahan-Nya?

Ayub 21:17 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 21:17?

Ayub bertanya retoris: apakah orang fasik benar-benar sering mengalami hukuman setimpal? Ini menunjukkan bahwa kenyataannya sering kali mereka tidak langsung dihukum, sehingga memunculkan kebingungan akan keadilan Allah.

Latar belakang

Pertanyaan retoris tentang lampu orang fasik

Ayub bertanya berapa sering lampu orang fasik dipadamkan. Ini menantang kepercayaan bahwa orang fasik selalu dihukum di dunia ini; kenyataannya mereka sering tidak dihukum.

Di mana

tanah Uz

di tempat pembuangan abu, di luar kota

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan segalanya
Tuhan menjawab Ayub
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang saleh yang menderita, ~60 tahun

Z

Kepada

Zofar, Bildad, dan Elifas

tiga sahabat Ayub yang menghakimi

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

דָּעַךְ

da'akh · dipadamkan

padam, mati (api)

אֵיד

ed · malapetaka

kehancuran, bencana

אַף

af · kemarahan

murka, hidung (pernapasan)

Lampu yang padam dan malapetaka jarang terjadi pada orang fasik, bertentangan dengan klaim sahabat-sahabat Ayub.

Tahukah kamu

Lampu sebagai simbol kehidupan

Dalam budaya kuno, lampu melambangkan kehidupan dan kemakmuran.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 21:17

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 21:17

✕  Sering dikira

Ayub berkata orang fasik pasti dihukum.

✓  Yang sebenarnya

Ia justru mempertanyakan mengapa mereka sering tidak dihukum.

✕  Sering dikira

Ini pernyataan umum, bukan pertanyaan.

✓  Yang sebenarnya

Ini pertanyaan retoris yang menyiratkan jawaban 'jarang sekali'.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 21:17

Ketika keadilan seakan terlambat, kita bisa frustrasi. Namun, percayalah bahwa Allah punya waktu-Nya sendiri yang sempurna, meskipun kita tidak selalu memahaminya. Hindari mengambil keadilan sendiri dan serahkan kepada Allah.

Allah, ketika aku melihat ketidakadilan, beri aku kesabaran untuk menunggu tindakan-Mu dan tidak menjadi pahit. Amin.