Bildad menegur Ayub yang marah

Ayub 18:4

Bildad: Nasib Orang Fasik

PerikopOrang Fasik Pasti Binasa · Ayub 18:1-21 →
“Kamu, yang menghancurkan dirimu sendiri dalam kemarahanmu, akankah bumi ditinggalkan demi kamu, atau gunung batu dipindahkan dari tempatnya?”

Ayub 18:4 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 18:4?

Bildad menasihati Ayub bahwa kemarahannya tidak akan mengubah keadaan atau memindahkan gunung. Ia mengkritik Ayub yang merusak dirinya sendiri dengan kemarahan, dan bertanya apakah alam semesta akan tunduk pada keinginannya.

Latar belakang

Bildad menyerang balik dengan sindiran pedas

Ayub sebelumnya mengeluh dan mempertanyakan keadilan Tuhan, sehingga Bildad merasa tersinggung. Ia menuduh Ayub marah secara berlebihan dan menghancurkan dirinya sendiri, lalu mengajukan pertanyaan retoris: apakah alam semesta akan berubah demi Ayub?

Di mana

Suah (wilayah Arab)

Di dekat rumah Ayub yang hancur, di tengah dialog

Kapan

~2000 SM

Zaman para leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan segalanya
Tuhan berbicara dari badai
Kamu di sini
B

Yang berbicara

Bildad, orang Suah

Sahabat Ayub, seorang yang sangat tradisional

A

Kepada

Ayub

Orang saleh yang menderita, sedang berdebat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

טָרַף

taraf · menghancurkan

merobek-robek atau meremukkan, seperti binatang buas

אַף

af · kemarahan

hidung; secara metaforis, kemarahan yang membara

עָזַב

azav · ditinggalkan

meninggalkan, menelantarkan

Bildad memakai kata 'taraf' (merobek) untuk menggambarkan kemarahan Ayub sebagai sesuatu yang merusak diri sendiri. Ia juga memakai pertanyaan retoris tentang bumi yang 'ditinggalkan' untuk mengecilkan penderitaan Ayub.

Tahukah kamu

Nama Bildad berarti 'Putra Pertikaian'?

Nama 'Bildad' mungkin berasal dari bahasa Ibrani yang berarti 'Putra Pertikaian' atau 'Putra Baal'? Tidak pasti, tapi dia memang suka berdebat.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 18:4

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 18:4

✕  Sering dikira

Ayub benar-benar menghancurkan dirinya sendiri dengan kemarahannya.

✓  Yang sebenarnya

Ini tuduhan Bildad, bukan fakta. Ayub memang marah, tapi kemarahannya bukan penyebab penderitaannya.

✕  Sering dikira

Bildad bertanya apakah bumi akan ditinggalkan demi Ayub, dan itu pertanyaan serius.

✓  Yang sebenarnya

Ini hiperbola retoris untuk menegaskan bahwa Ayub tidak punya kuasa mengubah alam.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 18:4

Kemarahan yang tidak terkendali hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Daripada marah, kita bisa menyalurkan energi untuk mencari solusi atau berdoa memohon ketenangan dan hikmat.

Bapa, ampunilah aku jika aku sering marah tanpa kendali. Berikan aku damai dan kebijaksanaan untuk menghadapi situasi yang membuatku frustrasi. Amin.