Dijadikan Bahan Tertawaan

Ayub 17:6

Ayub: Semangat Patah dan Harapan yang Hilang

“Allah telah menjadikanku buah bibir banyak orang. Akulah orang yang wajahnya diludahi.”

Ayub 17:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 17:6?

Ayub menjadi bahan pembicaraan dan diejek banyak orang; ia dihina seperti orang diludahi mukanya. Tidak ada harga diri yang tersisa.

Latar belakang

Ayub Menjadi Bahan Olok-olokan

Ayub mengeluh bahwa dia telah menjadi buah bibir banyak orang dan orang-orang meludahi wajahnya sebagai tanda hinaan. Ini menggambarkan penderitaannya yang total dan rasa malunya di depan umum.

Di mana

Tanah Uz

Di dekat tempat pembuangan sampah di luar kota

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Bapa

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub menderita berat
Ayub diuji dan dipulihkan
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

saleh dan kaya, ~60 tahun, sedang menderita

S

Kepada

Sahabat-sahabat Ayub

Elifas, Bildad, dan Zofar

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁנִין

shanim · buah bibir

pepatah atau ejekan

תֹּפֶת

tophet · meludahi

meludah sebagai hinaan

פָּנִים

panim · wajah

muka atau hadirat

Kata 'shanim' berarti 'mengulangi', jadi Ayub menjadi bahan omongan yang diulang-ulang orang. 'Tophet' juga bisa merujuk pada tempat pembakaran sampah, memperkuat rasa hina.

Tahukah kamu

Meludahi Wajah: Tanda Penghinaan Ekstrem

Di Timur Tengah kuno, meludahi wajah adalah simbol penghinaan terbesar, seperti yang juga terjadi pada Yesus (Matius 26:67).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 17:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 17:6

✕  Sering dikira

Ayub menjadi bahan pembicaraan karena dosanya

✓  Yang sebenarnya

Ayub tidak berdosa; orang salah menilai dia

✕  Sering dikira

Meludahi wajah di sini harfiah terjadi

✓  Yang sebenarnya

Ini ekspresi kiasan untuk ketidaksetujuan publik

Renungan

Renungan Singkat Ayub 17:6

Ketika harga diri kita hancur karena dihina, ingatlah bahwa identitas kita tidak ditentukan oleh pandangan manusia, melainkan oleh Allah yang mengasihi kita.

Bapa, ketika aku merasa direndahkan dan dihina, tolong aku mengingat bahwa aku berharga di mata-Mu. Amin.