Tertawa di Penghakiman

Ayub 16:20

Ayub Menghadap Allah dengan Air Mata

PerikopKeluhan Ayub tentang Perlakuan Allah · Ayub 16:1-22 →
“Sahabat-sahabatku mencemooh aku; mataku menangis kepada Allah,”

Ayub 16:20 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 16:20?

Ayub menyatakan bahwa meskipun teman-temannya mencemooh dia, matanya tetap memandang kepada Allah dalam tangisan. Ini menunjukkan imannya yang teguh: manusia bisa mengecewakan, tetapi Allah adalah tempat curahan hati yang sejati.

Latar belakang

Orang yang Membenci Ayub

Ayub merasa teman-temannya mencemooh dia, sehingga matanya hanya tertuju kepada Allah. Ia menangis dalam doa, berharap Allah menjadi pembelanya.

Di mana

Tanah Uz

Di tempat abu, tengah penderitaan

Kapan

~2000 SM

Periode Patriarkh

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub berseru ke bumi
Ayub menantang Allah
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

Orang saleh yang menderita, ~60 tahun

T

Kepada

Teman-temannya

Elifas, Bildad, Zofar—teman yang menuduh

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

רֵעַי

re'ai · Sahabat-sahabatku

kawan, sahabat karib

לָעַג

la'ag · Mencemooh

mengejek, merendahkan

עֵין

ayin · Mataku

mata, mata air

Kata 'sahabat' yang aslinya berarti 'kawan curhat' kini menjadi 'pencemooh'; mata yang menjadi 'mata air' air mata justru mencari Allah.

Tahukah kamu

Air Mata sebagai Doa

Di Timur Tengah kuno, menangis di depan umum adalah tanda kesedihan yang dalam, dan sering kali disertai dengan merobek pakaian—Ayub mengungkapkan bahwa air matanya adalah doa yang tak henti.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 16:20

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 16:20

✕  Sering dikira

Menyangka Ayub menyerah dan hanya berharap mati.

✓  Yang sebenarnya

Justru ia masih berharap kepada Allah sebagai hakim.

✕  Sering dikira

Menganggap 'mencemooh' hanya dari orang asing.

✓  Yang sebenarnya

Yang mencemooh adalah sahabat-sahabatnya sendiri.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 16:20

Terkadang orang terdekat kita tidak mengerti pergumulan kita. Alih-alih putus asa, mari kita arahkan pandangan kita kepada Allah, karena Dia selalu siap mendengar dan menghibur kita.

Bapa, saat manusia mengecewakanku, tolong aku untuk tetap memandang kepada-Mu dan mencurahkan isi hatiku kepada-Mu. Amin.