Penghinaan dari semua orang

Ayub 16:10

Ayub Merasa Ditinggalkan dan Berharap pada Saksi di Surga

Orang-orang telah membuka mulut melawan aku; mereka telah menampar pipiku dengan cibiran; mereka berkumpul bersama-sama melawan aku.

Ayub 16:10 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 16:10?

Ayub menggambarkan bagaimana orang-orang membuka mulut melawannya, menampar pipinya dengan cibiran, dan berkumpul untuk menyerangnya. Ini menunjukkan penghinaan dan pengucilan sosial yang dialaminya.

Latar belakang

Dihakimi oleh banyak orang

Ayub menggambarkan bagaimana orang-orang membuka mulut melawan dia, menampar pipinya dengan cibiran, dan berkumpul untuk melawannya. Ini menunjukkan penderitaan sosial yang ia alami di samping penderitaan fisik.

Di mana

di dekat kota Us

di tempat pembuangan abu di luar kota, siang hari

Kapan

~2000 SM

Zaman para patriark

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan segalanya
Ayub tetap setia
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang saleh yang menderita hebat, ~60 tahunan

E

Kepada

Elifas, Bildad, dan Zofar

tiga sahabat yang menganggap penderitaan Ayub sebagai hukuman dosa

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

פָּצוּ

patsu · membuka mulut

membuka lebar mulut, sering sebagai ekspresi mencemooh atau ingin menyerang

סָפַק

saphaq · menampar

memukul dengan telapak tangan, simbol penghinaan publik

חֶרְפָּה

cherpah · cibiran

aib, cela, ejekan yang memalukan

Ketiga kata ini menunjukkan serangan verbal dan fisik yang dirancang untuk mempermalukan Ayub di depan umum, mempertegas perasaan dikucilkan dan dihina.

Tahukah kamu

Menampar pipi

Dalam budaya Timur Tengah kuno, menampar pipi adalah bentuk penghinaan yang sangat serius, bukan sekadar pukulan fisik.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 16:10

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 16:10

✕  Sering dikira

Ayub sedang membual tentang kekuatannya menghadapi musuh.

✓  Yang sebenarnya

Ayub justru melukiskan penderitaannya yang hebat, bukan kehebatannya.

✕  Sering dikira

Ayub menganggap semua orang itu benar-benar memukulnya secara fisik.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah bahasa kiasan untuk menggambarkan ejekan dan cemoohan yang menyakitkan.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 16:10

Menghadapi cemoohan dan pengucilan memang menyakitkan. Kita bisa belajar dari Ayub untuk tetap jujur di hadapan Allah, membawa luka kita kepada-Nya, dan tidak membalas dengan kebencian.

Tuhan, saat aku dihina dan dikucilkan, tolong aku untuk mengampuni dan membawa sakit hatiku kepada-Mu, bukan kepada balas dendam. Amin.