Diserahkan ke tangan orang fasik

Ayub 16:11

Ayub Merasa Ditinggalkan dan Berharap pada Saksi di Surga

PerikopKeluhan Ayub tentang Perlakuan Allah · Ayub 16:1-22 →
“Allah telah menyerahkan aku kepada orang-orang tidak beriman, dan melemparkan aku ke dalam tangan orang-orang fasik.”

Ayub 16:11 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 16:11?

Ayub merasa Allah telah menyerahkannya kepada orang-orang tidak beriman dan fasik. Ini adalah ungkapan kepasrahan sekaligus kebingungan karena ia merasa Allah membiarkan dia jatuh ke tangan musuh.

Latar belakang

Dituduh sebagai orang fasik

Ayub merasa bahwa Allah telah menyerahkannya ke dalam kuasa orang-orang yang tidak adil dan fasik, yang memperlakukan dia dengan kejam. Ini mencerminkan betapa ia merasa diperlakukan tidak adil oleh Allah sendiri.

Di mana

di dekat kota Us

di tempat pembuangan abu di luar kota, siang hari

Kapan

~2000 SM

Zaman para patriark

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan segalanya
Ayub tetap setia
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang saleh yang menderita hebat, ~60 tahunan

E

Kepada

Elifas, Bildad, dan Zofar

tiga sahabat yang menganggap penderitaan Ayub sebagai hukuman dosa

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יַסְגִּירֵנִי

yaggireni · menyerahkan

menyerahkan ke dalam kuasa orang lain, seperti menyerahkan tawanan

עֲוִיל

avil · tidak beriman

orang yang tidak adil, tidak mengenal Allah

רְשָׁעִים

resha'im · orang fasik

orang yang jahat, melanggar hukum Allah

Ketiga kata ini menunjukkan Ayub merasa Allah bertindak seperti hakim yang tidak adil, menyerahkannya kepada orang-orang yang zalim tanpa pembelaan.

Tahukah kamu

Orang tidak beriman

Kata 'tidak beriman' di sini bisa merujuk pada orang yang tidak mengenal Allah, bukan hanya ateis, tetapi juga orang-orang yang kejam.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 16:11

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 16:11

✕  Sering dikira

Ayub menuduh Allah sebagai sumber kejahatan.

✓  Yang sebenarnya

Ayub mengakui kedaulatan Allah, tetapi ia bergumul memahami mengapa Allah mengizinkan penderitaan itu.

✕  Sering dikira

Ayub menganggap dirinya tidak bersalah dan menyalahkan Allah sepenuhnya.

✓  Yang sebenarnya

Ayub tetap mempertahankan integritasnya, tetapi ia tidak menghujat Allah; ia hanya jujur tentang perasaannya.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 16:11

Ketika hidup terasa tidak adil dan kita merasa Allah 'menyerahkan' kita pada situasi sulit, kita bisa tetap berpegang pada karakter Allah yang benar. Penderitaan bukan berarti Allah tidak peduli.

Bapa, meskipun aku merasa Engkau menyerahkanku, peganglah tanganku dan beri aku kekuatan untuk tetap beriman. Amin.